Wali Kota Malang Silaturahmi dan Makan Bersama dengan Driver Ojol

Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, MM, menggelar acara silaturahmi dan makan bersama bersama para driver ojek online (ojol). Pada tanggal 03/09/2025. (Foto: Memox/Crys)
Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, MM, menggelar acara silaturahmi dan makan bersama bersama para driver ojek online (ojol). Pada tanggal 03/09/2025. (Foto: Memox/Crys)

Malang, MEMOX.CO.ID – Dalam rangka mempererat hubungan dan meningkatkan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, MM, menggelar acara silaturahmi dan makan bersama bersama para driver ojek online (ojol). Acara yang berlangsung pada Rabu, 3 September 2025, di Jalan Sutan Syahrir, Kota Malang, ini bertujuan untuk membangun kolaborasi dan memberikan perhatian lebih terhadap para pekerja di sektor transportasi online.

Kegiatan ini juga menjadi respons atas kejadian yang menimpa salah satu driver ojol di Jakarta, Mas Irfan, beberapa waktu lalu. Wali Kota Malang menegaskan pentingnya menghormati dan melindungi hak-hak para driver ojol, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi mereka.

“Saya mengajak seluruh driver ojol di Kota Malang untuk makan bersama dan berdialog secara langsung. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mendiskusikan berbagai permasalahan dan mencari solusi terbaik bersama,” ujar Wahyu Hidayat.

Acara silaturahmi ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi sarana untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan dari para driver ojol. Wali Kota berjanji bahwa Pemerintah Kota Malang akan menindaklanjuti setiap masukan yang diberikan dengan langkah-langkah konkret.

“Kami akan terus berdiskusi dan bekerja sama untuk memastikan bahwa semua permasalahan yang dihadapi oleh driver ojol dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Tugas kami sebagai pemerintah adalah melayani dan memastikan kesejahteraan seluruh warga, termasuk para driver ojol,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Malang dan komunitas ojol, sehingga tercipta ekosistem transportasi yang lebih baik dan berkeadilan bagi semua pihak. Ke depan, dialog semacam ini akan terus dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti dengan baik. (Crs)