MEMOX.CO.ID – Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih melakukan program Jum’at Curhat dengan menyambangi Pondok Pesantren Roudlotul Muhsinin, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jumat (26/1/2024).
Kegiatan blusukan dalam program Jum’at Curhat ke Ponpes oleh Wakapolres Malang Kompol Imam merupakan kegiatan rutin yang menghubungkan polisi berinteraksi langsung dengan tokoh agama termasuk mendengar curhatan masyarakat.
Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih, memimpin kegiatan Jumat Curhat di Ponpes Roudlotul Muhsinin, didampingi pejabat utama Polres Malang. Acara ini turut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Bululawang, menunjukkan sinergi antara kepolisian dan pemerintah kecamatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami silaturahmi ke pondok pesantren sekaligus minta doa restu untuk melaksanakan tugas keamanan di Kabupaten Malang,” ujar Kompol Imam Mustolih di Ponpes Roudlotul Muhsinin, Jumat (26/1).
Selain sebagai forum curhat, kegiatan ini juga merupakan bentuk silaturahmi dengan tokoh agama. Kompol Imam Mustolih memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan Kamtibmas menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.
“Menjelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024, kami terus membangun komunikasi bersama para tokoh untuk bersama-sama menjaga agar situasi dan kondisi keamanan di Kabupaten Malang tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kyai Su’adi, Pengasuh Pesantren Roudlotul Muhsinin, menyambut baik kehadiran polisi dalam silaturahmi tersebut. Menurutnya, inisiatif Kepolisian Resor Malang untuk berdialog dengan tokoh agama merupakan langkah positif dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Kabupaten Malang.
“Kami mengapresiasi kegiatan ‘Jumat Curhat’ yang diadakan oleh Polres Malang. Ini merupakan langkah positif dalam membangun kedekatan dengan masyarakat dan tokoh agama,” ungkap Kyai Suai.
Program ‘Jumat Curhat’ ini, tidak hanya menjadi ajang untuk mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai wujud nyata dari kepolisian dalam menjalin hubungan yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh agama.
Hal ini diharapkan dapat menjadi wadah efektif untuk membangun kepercayaan antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (*/fik).
