Vakum 2 Tahun, Pemkab Bondowoso Kembali Ikuti Lomba Kabupaten Layak Anak 2021

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dr. Agus Soewardjito, MMKes.

Bondowoso, Memox.co.id – Walaupun Kabupaten Bondowoso ‘Tidak Layak Anak (TLA)’, tapi tetap mengikuti lomba pemilihan Kabupaten Layak Anak (KLA). Dikatakan TLA, karena di Kota Tape ini, banyak anak-anak yang menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dr. Agus Soewardjito, MMKes mengatakan, pemerintah mengadakan lomba pemilihan KLA setiap tahun sekali.

“Lomba KLA vakum 2 tahun, 2019 dan 2020, karena pandemi Covid 19. Tahun 2021 ini diselenggarakan lagi secara virtual. Memang ada tim yang datang langsung ke lokasi untuk mencocokkan data,” kata Agus.

Mantan Direktur Rumah Sakit dr. H. Koesnadi ini menambahkan, tahapan pertama mengisi form yang disediakan oleh Panitia, yang disebut dengan penilaian mandiri. Kemudian di upload ke website Panitia Lomba.

Ditambahkan, kemudian Tim Penilai melakukan verifikasi administrasi dan memverifikasi di lapangan. Baru setelah itu dilakukan evaluasi. Jadwal Bondowoso besok (hari ini, red).

Yang dinilai dalam lomba KLA, ada 5 kluster/lembaga, yang terkait dengan pelayanan pada anak. Pemkab Bondowoso sendiri sudah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) tentang KLA.

“KLA tersebut tertuang dalam Perda No. 4/2020. Diantara kluster yang dinilai adalah hak sipil dan kebebasan. Yang mengampu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil),” kata Agus.

Hak sipil dan kebebasan, lanjutnya, yang dinilai Identitas Anak dan Akta Kelahiran. Lingkungan keluarga merupakan item kedua yang dinilai. Leading sektornya Dinas Sosial (Dinsos).

“Klaster ke 3, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggungjawab dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes). Klaster ke 4 Pendidikan dan terahir perlindungan khusus pada anak,” pungkasnya. (sam/hen/mzm)