MEMOX.CO.ID – Tampilan tumpeng tempe berukuran raksasa di acara Ruwat Desa Sedenganmijen Kecamatan Krian menjadi ciri khas ruwatan di desa tersebut, Minggu (19/3/2023). Sebanyak 28 pengrajin tempe gotong royong menyumbangkan tempenya dan diperkirakan menghabiskan 1 ton kedelai.
Kepala Desa Sedenganmijen M. Hasanuddin menjelaskan, tumpeng tempe raksasa menjadi ikon desa. Ia berharap potensi bisnis tempe di desanya makin terkenal hingga bisa mendongkrak omzet penjualan.
“Di setiap tahun acara ruwat desa, kami tampilkan tumpeng tempe raksasa. Itu menjadi ikon desa, karena banyak warga kami yang menjadi produsen tempe dan makanan camilan dari bahan tempe,” ungkapnya.
Disamping tumpeng tempe raksasa juga ditampilkan tumpeng hasil bumi dan banyak jenis tumpeng buah dan makanan lain. Keunikan acara tersebut menjadi ruwatan desa itu sebagai destinasi wisata setahun sekali.
“Ruwat desa ini sangat unik sehingga akan menjadi destinasi wisata setahun sekali yang menjadikan Sedenganmijen dikenal sebagai produsen tempe yang baik, dan pada gilirannya tempe produksi kami akan semakin diminati,” harap Kades.
Saat ini, tak kurang dari 28 orang pengrajin tempe berpartisipasi menyumbangkan tempe produksinya untuk pembuatan tumpeng tempe raksasa.
“Tumpeng tempe raksasa itu atas partisipasi 28 orang pengrajin, dan jumlah kedelai yang di butuhkan sekitar 1 ton,” ungkapnya.
