Ribuan wargapun tumpah ruah di halaman balaidesa. Sehabis berdo’a, mereka ramai ramai mengambil tempe, barang dan makanan dari tumpeng tumpeng yang berjajar melingkari tumpeng tempe raksasa.
Khoirul, seorang pengrajin menyatakan sangat senang dengan adanya tumpeng tempe raksasa tersebut.
“Kami senang dengan adanya tumpeng tempe raksasa itu, karena tempe produksi warga Sedenganmijen akan semakin dikenal dan pasti akan meningkatkan omset tempe kami,” harapnya.
Sementara Camat Krian, Achmad Fauzi yang hadir saat itu menyampaikan bahwa kegiatan desa dengan jumlah penduduk 5 ribu jiwa lebih itu akan mempererat persatuan dan kegotong royongan.
“Saya kagum dengan kegiatan ini, warga sangat kompak. Ini menunjukkan kegotong royongannya sangat baik, tentunya persatuan antar warga juga kuat, ” ujarnya. (par/dar)






