Bondowoso, Memox.co.id – Banyak komentar terkait Berita Memo X yang memberitakan orang-orang DRD yang ‘terbuang’ dari TP2D (Tim Percepatan Pembangunan Daerah). Dan hari ini atau paling lambat besok, pengurusnya akan dilantik Bupati.
Muhammad Khozin, S.Pd.I, M.AP membenarkan informasi tersebut. Gus Khozin, sapaannya, merupakan salah satu personel yang dipercaya Bupati Drs. KH. Salwa Arifin, untuk masuk dalam Tim Percepatan tersebut. “Saya masih di Surabaya dan pelantikan TP2D masih menunggu Penjabat Sekda Sukaryo yang juga masih di Surabaya. Insyaalah pelantikannya hari ini atau besok,” kata Gus Khozin melalui telepon selulernya.
Informasi Memo X, pembina TP2D adalah Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin dan Pengarahnya Sekretaris Daerah. Muhammad Khozin, S.Pd.I, M.AP dipercaya sebagai pengendali dari Tim ini. Sementara sekretarisnya diberikan pada Hermanto Rohman, S.Sos, M.PA. Anggota TP2D ada 3, Drs. Mustawiyanto, M.Si, Dr. Ir. Ady Setiawan, SH, MH, MM, MT, Achmad Husnus Sidqi, SH, MH.
TP2D akan dibantu oleh 3 orang Sekretariat. Yaitu, Wildan Luqman R, S.Sos, Fathorrasi, S.Pd, dan 1 staf dari Bagian Administrasi Keuangan dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah.
Menyikapi tidak ‘dipakainya’ lagi personil DRD dalam TP2D, Purwanto, SE, mantan anggota DPRD Bondowoso menengarai, ada beberapa pertimbangan. Pertama, tidak ada Diktum yuridis yang mengharuskan anggota DRD menjadi anggota TP2D. “Kedua, Bupati Drs. KH. Salwa tidak puas dengan kinerja DRD selama dipercaya untuk melakukan research,” kata mantan Ketua PKNU (Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama) ini yang dituangkan dalam Medsos Aksara Naga.
Ketiga, lanjut aktivis yang pernah menjadi anggota KPUD Bondowoso, bisa jadi Bupati Kyai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, tidak tahu nama-nama yang ditandatangani dalam daftar nama TP2D. (sam/mzm)






