TPA Tlekung Kota Batu Dilalap Sijago Merah Selama 3 Jam

TPA Tlekung Kota Batu Dilalap Sijago Merah Selama 3 Jam
Kebakaran di TPA Tlekung. (foto: rul)

MEMOX.CO.ID – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung yang ada di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo mengalami kebakaran pada Jumat (20/10/2023) siang. Kepulan asap membumbung tinggi dari gunungan sampah sejak pukul 12.58 dan membuat petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Batu masih berjibaku memadamkan api.

Salah satu warga bernama Saiful Akbar mengatakan dirinya mengetahui kepulan asap yang berasal dari TPA Tlekung tersebut.

“Kami tidak tahu awalnya, namun asap sudah membumbung tinggi dan beberapa kali api terlihat menyeruak keatas,” katanya.

Ia melanjutkan warga sekitar menyaksikan asap membumbung tinggi dari gunung sampah tersebut dan sebagian menghubungi pihak yang berwenang atas peristiwa tersebut. Hingga beberapa menit kemudian Damkar datang untuk memadamkan api di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Aries Setiawan membenarkan kebakaran bermula sekitar pukul 13.00 WIB dan pemyebab kebakaran dimungkinkan dari lahan perkebunan warga yang terbakar di sekitar wilayah TPA Tlekung.

“Kami telah menerima laporan tentang kebakaran di TPA Tlekung. Tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api,” paparnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu menguraikan titik kebakaran itu berada di salah satu sisi sel sampah TPA seluas 5,1 hektare tersebut.

“Setelah kami mendapat informasi terbakarnya TPA Tlekung. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu langsung turun ke lokasi dan menerjunkan dua unit gajah,” tuturnya.

Ia menduga awal kebakaran itu terjadi, disebabkan karena dipicu cuaca panas yang cukup tinggi dan gas metan TPA Tlekung hingga sekitar pukul 15.30 WIB, tim gabungan telah berhasil memadamkan api yang membakar sel sampah TPA Tlekung.

“Meski kobaran api sudah padam, asap tebal masih menyelimuti kawasan TPA Tlekung sehingga pihak-pihak terkait saat dikonfirmasi lebih lanjut belum ada yang memberikan respon. Kami BKO khan personil /back up sebagai leading sectornya yakninDamkar, biar ada 1 komando di lapangan. Jadi kami menempatkan posisi demikian, bukan berarti lepas tangan,” paparnya.

Agung melanjutkan dalam proses pemadaman juga sangat beresiko pada pada petugas karena tdak hanya api yang mengancam keselamatan, gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga turut mengancam. Terlebih TPA juga menghasilkan gas metan yang mudah terbakar, membuat petugas juga harus bekerja ekstra sehingga hal itulah yang membuat kebakaran di TPA selalu sulit dilakukan. (rul)