Hukum  

Tol Mapan Masuki Uji Layak Fungsi dan Operasi

Malang, Memo X
Peresmian Tol Malang-Pandaan (Mapan) tinggal menunggu waktu. Ini setelah pembangunan Tol Mapan telah mencapai diatas 95 persen. Demikian dikatakan Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Malang-Pandaan, Agus Purnomo, Rabu (3/4/2019).
Untuk itu, ungkap Agus Purnomo, pihaknya kini sedang mengajukan uji layak fungsi dan uji layak operasi yang dijadwalkan berlangsung pada April ini. “Nanti akan ada empat tim penguji yang menguji Jalan Tol Mapan seksi satu, dua dan tiga. Jadi mulai dari Pandaan hingga Simpang Karanglo,” ucapnya.
Dijelaskan Agus, keempat tim penguji itu yakni Direktur Jenderal Bina Marga, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Korlantas Mabes Polri dan Departemen Perhubungan.
Sementara terkait dengan pembangun Tol Mapan seksi empat dan lima, Agus mengatakan, sedang mengusahakan seksi empat ini agar bisa cepat selesai.
Tujuannya agar dalam peresmian yang akan dilakukan pada pertengahan Mei 2019 berbarengan dengan seksi satu, dua dan tiga. “Pembebasan lahan Masjid yang ada di Pakis baru saja selesai. Saat ini kami sedang mempercepat pembangunan, agar pada peresmian nanti, empat seksi Tol Mapan sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk pembangunan Tol Mapan seksi lima ini dipastikan akan molor. Sebab, disana masih menunggu pembebasan lahan yang hingga kini belum usai.
Pada pembangunan di seksi lima juga ditemukan situs cagar budaya sehingga menghambat proses pembangunan Jalan Tol. Untuk itu, pihak Jasa Marga akan menggeser pembangunan Jalan Tol sekitar delapan meter dari lokasi situs.
“Situs ini harus dilestarikan. Pembangunan nanti akan bergeser delapan meter dan lebih dekat dengan sungai berada di wilayah tersebut,” ucapnya.
Terkait dengan permasalahan pembebasan lahan yang belum tuntas, Agus berharap kepada instansi pemerintah yang berwenang agar segera mengeksekusi. Sebab, pengadilan juga sudah memutuskan dan pihaknya kini hanya menunggu laporan untuk pengerjaan. “Jika pembebasan susah selesai, pasti akan dilimpahkan ke kami,” ucapnya.
Selama proses pengerjaan Tol Mapan ini, diakui Agus, pihaknya dilapangan tidak banyak kendala. Untuk itu, proses pengerjaan akan dilakukan secepat mungkin dan dikelola secara profesional.
“Kami bekerja selama 24 jam penuh. Kami sudah melakukan beberapa antisipasi terkait kondisi cuaca. Semoga pertengahan Mei ini Tol Mapan bisa segera beroperasi,” imbuhnya.
Sementara Direktur Jendral Perhubungan Darat, Budi Setiyadi juga optimis Jalan Tol Malang-Pandaan akan beroperasi pada Mei 2019. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bina Marga terkait pengoperasian Tol Mapan tersebut.
Budi berharap, infrastruktur yang ada di Jalan Tol diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. “Peningkatan sarana dan prasarana ini diharapkan mampu diimbangi dengan perilaku masyarakat yang baik dan aman dalam berkendara. Semoga pada Mei ini Tol Mapan bisa beroperasi,” tandasnya.
Pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan ini menghabiskan anggaran hingga Rp 5,97 Triliun sepanjang 38,48 Kilometer. Seksi satu meliputi Pandaan sampai Purwodadi, Seksi dua Purwodadi sampai Lawang, Seksi tiga Lawang sampai Singosari, Seksi empat Singosari sampai Pakis, dan terkahir seksi lima Pakis sampai Sawojajar. (man/jun)