TNI AU Kembali Pakai Drone CH-4 Buatkan China Sebagai Pengganti Drone Buatan Turki

MEMOX.CO.ID – TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali akan mengoperasikan drone militer buatan China berjenis CH-4 (Cai Hong-4 / Rainbow-4) pada tahun 2026 ini. Sebagai pengganti drone kombatan (UCAV) Anka buatan Turki. Sebelumnya sejak tahun 2018 Drone tersebut digunakan TNI AU untuk misi pengintaian dan serang, Kamis (06/8/26).

Pergantian ini mengacu pada keputusan Kementerian Pertahanan dan TNI AU untuk mengganti kemdrone buatan China tersebut dengan drone kombatan (UCAV) Anka buatan Turki guna mengamankan wilayah strategis Laut Natuna Utara.

Kini TNI AU kembali lagi menggunakan Drone CH-4 seperti informasi yang kami terima dari kalau TNI AU Lanud Abdulrahman Saleh telah menerima bantuan Drone CH-4.

Sebagai informasi mengenai drone buatan China di TNI AU dan status terbarunya, Drone CH-4 di Indonesia Jenis Pesawat dan Drone Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) yang memiliki multifungsi untuk pengintaian darat dan laut.

Sedangkan untuk kemampuan tempurnya mampu menembakkan rudal udara-ke-darat dari ketinggian hingga 5.000 meter.

Dalam proses perakitannya secara lokal di Indonesia bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui program transfer teknologi (transfer of technology).

Selama ini Drone tempur buatan China kini mulai menguasai pasar militer dunia. Dibuat oleh Aviation Industry Corp of China (AVIC), perusahaan pelat merah China ini sepanjang periode 2010-2020 telah mengirimkan drone tempur sebanyak 220 unit ke pemesannya di berbagai negara termasuk Indonesia.

Pada tahun 2021, harga drone buatan AVIC lebih murah dari harga pesaingnya seperti drone buatan Israel dan AS. Sebagai ilustrasi, harga 1 unit drone tempur buatan China (CH-4) dibanderol pada kisaran USD 1 juta hingga USD 2 juta per unit, sementara drone sejenis buatan Amerika bisa dijual seharga USD 15 juta per unit.

Dalam proses pembelian China juga tidak mendikte dan tak memberikan syarat khusus dari setiap penjualan drone tempur kepada negara pembeli.

Pada tahun 2026 ini untuk harga satu unit drone CH-4 di pasar internasional umumnya berkisar di angka US$ 4 juta (sekitar Rp 56 miliar hingga Rp 60 miliar tergantung kurs).

Nilai ini menjadikannya alternatif yang jauh lebih ekonomis dibandingkan drone militer sekelasnya buatan Amerika Serikat, seperti MQ-9 Reaper yang bisa mencapai US$ 15 juta hingga US$ 30 juta per unit.(red)