Indeks

TMMD ke-124 di Lamongan Percepat Pembangunan Desa Secara Fisik dan Nonfisik

TMMD ke-124 di Lamongan Percepat Pembangunan Desa Secara Fisik dan Nonfisik
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 resmi dibuka oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Selasa (6/5/2024). Program ini akan berlangsung selama satu bulan dan melibatkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Bupati Yuhronur menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek nonfisik yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

“TMMD bukan sekadar membangun jalan atau fasilitas. Ini adalah wujud nyata kebersamaan antara TNI, rakyat, dan semua elemen bangsa dalam membangun Indonesia dari desa,” ujarnya.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,25 miliar, sejumlah pembangunan fisik dilakukan, antara lain:

  • Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 690,2 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 20 cm.
  • Pembangunan jalan poros desa sepanjang 137,5 meter, lebar 4,5 meter, dan tinggi 15 cm.
  • Renovasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan MCK.
  • Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 75 meter, lebar 50 cm, dan tinggi 1,5 meter.
  • Pembangunan fasilitas olahraga dan satu unit irigasi perpompaan (Irpon).
  • Untuk pembangunan nonfisik, kegiatan yang digelar antara lain:
  • Konseling dan pelayanan KB untuk 200 pasangan usia subur.
  • Pelayanan posyandu dan sosialisasi pencegahan stunting.
  • Penyuluhan pertanian dan pelatihan budidaya ikan lele disertai bantuan benih.
  • Sosialisasi wawasan kebangsaan dan penyuluhan kesehatan hewan.
  • Pasar murah, layanan administrasi kependudukan, dan cek kesehatan gratis.

Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, menegaskan bahwa TMMD juga menekankan proses partisipatif masyarakat dalam pembangunan.

“Kita melihat masyarakat desa sangat antusias, meskipun sibuk bekerja dari pagi hingga sore. Ada juga mahasiswa KKN yang turut membantu. Yang penting bukan hanya hasil, tapi bagaimana kita menumbuhkan solidaritas dan gotong royong,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, mengatakan bahwa TMMD merupakan bagian dari operasi militer nonperang untuk mendukung tugas pemerintah daerah, terutama dalam pemerataan pembangunan dan ketahanan pangan. Program ini melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemkab Lamongan. (ind/ono)

Exit mobile version