Kota Malang, Memo X
Bagi penghobi olah raga tinju di Malang Raya sayang kalau melewatkan acara yang satu ini. Bila tidak aral, hari ini Jumat (29/3/2019) pagi-malam digelar Malang Super Fight (MSF) ke 26 di halaman Balai Kota Malang. Jadi jangan sampai terlewatkan acara yang menghibur itu.
Sejumlah petinju nasional dan internasional tampil di depan publik Malang dalam Gelar Tinju Dunia Malang Super Fight (MSF) XXVI/ke 26. Sebelum naik ketas ring, panitia memperkenalkan para petinju. Mereka diarak keliling naik kendaraan taktis (rantis) mengitari Kota Malang, Kamis (28/3/2019) sore.
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen. TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr. (Han); menyerahkan logo Singo Arema kepada David Steven. (rhd)
Tibo Monabesa (kanan) asal Indonesia, siap menghadapi Witawas Basapean asal Thailand. (rhd)
Diawali rantis yang mengusung Defri Palulu (Indonesia) dan Ivor Lastrella (Filipina) yang akan bertanding di kelas bulu 57,1 kilogram untuk memperebutkan sabuk juara WBC Asia Pasific. Disusul rombongan kendaraan lain yang mengusung petinju lainnya, dan diikuti oleh beberapa komunitas Aremania, Pajero Indonesia, truk TNI, ambulans, dan lainnya, start Balaikota Malang, melintasi jalan Kahuripan, Semeru, Ijen, Kawi, Alun-alun Kota Malang, Agus Salim, Zainul Arifin, Aris Munandar, Gatot Subroto, Trunojoyo, Kertanegara, dan kembali finish di Balaikota Malang.
“Sengaja kami mengarak para petinju dalam kirab dengan melibatkan beberapa komunitas, agar masyarakat Kota Malang tahu dan berbondong-bondong datang menyaksikan pertandingan tinju. Sekaligus mengembalikan memori dan rasa kangen tontonan pertandingan tinju yang sempat berjaya dan menjadi Malang sebagai barometer tinju nasional,” ungkap Ir. H Ade Herawanto MT, Penggagas MSF, sekaligus Ketua Pelaksana MSF ke-26.
Defri Palulu (kanan) asal Indonesia dan Ivor Lastrella (kiri) asal Filipina, siap menjaga sportivitas. (rhd) Kirab rantis mengusung petinju internasional keliling Kota Malang. (rhd)
MSF ke-26 merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-105 Kota Malang, HUT ke-58 Kostrad, dan HUT ke-70 Bek Ang TNI AD. Selain menampilkan gelar tinju dunia, nasional, dan amatir se-Jawa Timur, juga menampilkan bela diri silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Merpati Putih (MP), kick boxing, jaranan, DJ Regina Rumopa, Perkusi dan lainnya. Tak ketinggalan, penganugerahan Wajib Teladan Pajak 2018.
Panitia yang terlibat dalam Malang Super Fight (MSF) XXVI ini, diantaranya tokoh insan tinju Amatir-Profesional se-Malang, Pengurus Pertina Provinsi Jawa Timur, Promotor Armintan Tagore dan David Steven; Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen. TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr. (Han); Pembina Pertina Jatim, Kol. (Mar) Suliono; Kapusdik Brimob Watukosek, Kombes (Pol) Almas Widodo Kolopaking; korps TNI, Polisi, dan sejumlah komunitas lainnya.
Sekda Wasto, didampingi Ade Herawanto, dan lainnya, memberangkatkan peserta kirab. (rhd) Aremania turut kirab keliling. (rhd)
“MSF ini merupakan salah satu gengsi petinju Indonesia dalam menghadapi petinju asing. Doakan saja lancar,” tambah Ketua Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Malang Raya, Ir. H Ade Herawanto MT, sekaligus Pembina Pertina Jatim periode 2019-2023.
Walikota Malang Sutiaji mengapresiasi pertunjukan tinju yang mengingatkan kembali ke era 70-80, saat berjayanya tinju di Bhumi Arema. “Masyarakat bisa menyaksikan tinju kelas dunia di sini. Event nasional dan internasional ini bisa mendatangkan banyak wisatawan dan penonton. Efek dominonya dapat meningkatkan perekonomian di sektor hotel, kuliner, dan lainnya. Tak hanya tinju, ada tontonan lain seperti jaranan, pencak silat sebagai warisan budaya, dan lainnya. Mudah-mudahan berjalan sukses. Kami mohon maaf jika perjalanan terhambat karena macet,” ungkap Sutiaji.
MSF ke-26 mempertemukan petinju-petinju terbaik Indonesia, seperti Tibo Monabesa (Indonesia) menghadapi Witawas Basapean (Thailand), memperebutkan sabuk juara WBC Internasional kelas terbang ringan 48,8 kilogram. Defri Palulu (Indonesia) melawan Ivor Lastrella (Filipina), memperebutkan sabuk juara WBC Asia Pasific kelas bulu 57,1 kilogram.
Di kelas tinju amatir dan tiga partai tinju profesional berlevel nasional, MSF ke-26 juga menampilkan petinju nasional, Galih Susanto (Yon Bekang BC Malang) melawan Frans Damour, di kelas Bantam 53,5 kilogram. Sementara, John Ruba melawan Indra Anser di kelas Welter 66,5 kilogram. Sedangkan, di level amatir, menjadi ajang pembuktian para petinju muda Jawa Timur sebelum tampil di Porprov 2019 di Tuban, Juli mendatang. (rhd/man/adv)
