Tingkatkan Sistem Jaringan Jalan, DPUBM Dukung Proyek Startegis Nasional

64
0

Malang, Memox.co.id -Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) melakukan berbagai langkah untuk menyusun sistem jaringan jalan di Kabupaten Malang agar berfungsi lebih optimal. Hal itu dilakukan menyusul beberapa proyek strategis nasional Kabupaten Malang yang juga tengah dalam proses realisasi.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni mengatakan, beberapa proyek strategis nasional yang perlu didukung dengan peningkatan sistem jaringab jalan ialah Jalur Lintas Selatan (JLS), Badan Otorita Pariwisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BOP TNBTS), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), rencana peningkatan status Bandara Abdul Rachman Saleh, dan tol Malang-Pandaan (Mapan).

Untuk JLS, Romdhoni mengatakan bahwa pihaknya juga tengah melakukan peningkatan jaringan jalan untuk mendukung keberadaan JLS. “Yang artinya berarti jaringan jalan yang menuju ke JLS harus kita tingkatkan. Seperti yang sudah pernah saya sampaikan di koridor timur, koridor tengah dan koridor barat. Apalagi sekarang JLS sudah mau menyambung ke Donomulyo. Disana kita harus menyambut, dari Donomulyo mana lagi yang harus kita tingkatkan. Sehingga nanti jika JLS sudah berjalan, bisa berjalan dengan optimal,” jelas Romdhoni.

Selain itu, terhadap jaringan jalan lain yang ada di Kabupaten Malang, Romdhoni menyampaikan, saat ini DPUBM juga memiliki konsep sistem jaringan yang potensial untuk dapat berdampak secara maksimal terhadap pertumbuhan. Oleh karena itu, pemilihan sistem jaringan itu menjadi sangat penting. “Mana yang perlu peningkatan, mana yang perlu pemeliharaan atau maintenance,” ujar Romdhoni.

Romdhoni juga menyebut bahwa saat ini juga ada penekanan dari pihak Kementrian Pekerjaan Umum, dimana terdapat istilah penanganan jalan Long Segmen. Dimana long segment adalah penanganan sebuah ruas jalan dari satu titik ke titik tertentu walaupun tidak seluruhnya mendapatkan penanganan berat, namun dibagi hingga sedemikian rupa, sehingga fungsi satu ruas jalan tertentu bisa optimal.

“Jadi disana ada yang dilakukan peningkatan, pemeliharaan ataupun juga termasuk normalisasi drainase. Kita sudah mengarah ke situ dan sebagian juga ada yang dikerjakan,” imbuh Romdhoni.

Sementara itu, untuk normalisasi drainase, Romdhoni mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisasi. Dimana nanti untuk bahan perencanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. “Mana saja mungkin nanti juga ada yang menggunakan model long segment itu tadi,” ujarnya.

Selain menyusun dan meningkatkan sistem jaringan jalan untuk mendukung proyek strategis nasional, DPUBM juga tetap memperhatikan jaringan jalan lain di Kabupaten Malang agar tetap berfungsi optimal. “Jaringan jalan lain dengan kondisi lalu lintas yang tinggi juga tetap kita perhatikan. Agar fungsinya tetap optimal,” tegas Romdhoni.

Maka dari itu, Romdhoni menyebut, dengan kondisi anggaran yang sedemikian rupa, pihaknya harus lebih cermat dalam mengalokasikannya agar lebih efektif dalam penggunannya. “Semua pengalokasiannya tetap efektif, tapi tetap harus dilakukan lebih cermat agar lebih efketif dan fungsinya bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (kik/man)

Malang, Memox.co.id -Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) melakukan berbagai langkah untuk menyusun sistem jaringan jalan di Kabupaten Malang agar berfungsi lebih optimal. Hal itu dilakukan menyusul beberapa proyek strategis nasional Kabupaten Malang yang juga tengah dalam proses realisasi.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni mengatakan, beberapa proyek strategis nasional yang perlu didukung dengan peningkatan sistem jaringab jalan ialah Jalur Lintas Selatan (JLS), Badan Otorita Pariwisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BOP TNBTS), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), rencana peningkatan status Bandara Abdul Rachman Saleh, dan tol Malang-Pandaan (Mapan).

Untuk JLS, Romdhoni mengatakan bahwa pihaknya juga tengah melakukan peningkatan jaringan jalan untuk mendukung keberadaan JLS. “Yang artinya berarti jaringan jalan yang menuju ke JLS harus kita tingkatkan. Seperti yang sudah pernah saya sampaikan di koridor timur, koridor tengah dan koridor barat. Apalagi sekarang JLS sudah mau menyambung ke Donomulyo. Disana kita harus menyambut, dari Donomulyo mana lagi yang harus kita tingkatkan. Sehingga nanti jika JLS sudah berjalan, bisa berjalan dengan optimal,” jelas Romdhoni.

Selain itu, terhadap jaringan jalan lain yang ada di Kabupaten Malang, Romdhoni menyampaikan, saat ini DPUBM juga memiliki konsep sistem jaringan yang potensial untuk dapat berdampak secara maksimal terhadap pertumbuhan. Oleh karena itu, pemilihan sistem jaringan itu menjadi sangat penting. “Mana yang perlu peningkatan, mana yang perlu pemeliharaan atau maintenance,” ujar Romdhoni.

Romdhoni juga menyebut bahwa saat ini juga ada penekanan dari pihak Kementrian Pekerjaan Umum, dimana terdapat istilah penanganan jalan Long Segmen. Dimana long segment adalah penanganan sebuah ruas jalan dari satu titik ke titik tertentu walaupun tidak seluruhnya mendapatkan penanganan berat, namun dibagi hingga sedemikian rupa, sehingga fungsi satu ruas jalan tertentu bisa optimal.

“Jadi disana ada yang dilakukan peningkatan, pemeliharaan ataupun juga termasuk normalisasi drainase. Kita sudah mengarah ke situ dan sebagian juga ada yang dikerjakan,” imbuh Romdhoni.

Sementara itu, untuk normalisasi drainase, Romdhoni mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisasi. Dimana nanti untuk bahan perencanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. “Mana saja mungkin nanti juga ada yang menggunakan model long segment itu tadi,” ujarnya.

Selain menyusun dan meningkatkan sistem jaringan jalan untuk mendukung proyek strategis nasional, DPUBM juga tetap memperhatikan jaringan jalan lain di Kabupaten Malang agar tetap berfungsi optimal. “Jaringan jalan lain dengan kondisi lalu lintas yang tinggi juga tetap kita perhatikan. Agar fungsinya tetap optimal,” tegas Romdhoni.

Maka dari itu, Romdhoni menyebut, dengan kondisi anggaran yang sedemikian rupa, pihaknya harus lebih cermat dalam mengalokasikannya agar lebih efektif dalam penggunannya. “Semua pengalokasiannya tetap efektif, tapi tetap harus dilakukan lebih cermat agar lebih efketif dan fungsinya bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (kik/man)