MEMOX.CO.ID – Tiga siswa terbaik MAN 2 Kota Malang, yaitu Hilmy Adilah Harind (XII K), Sabiluna Al Kautsar (XII K), dan Sahilla Atsania Khutbi (XII K), melangkah ke babak Final tingkat Nasional pada ajang Bootcamp for Research Ability and Visionary Exploration (B-BRAVE) 2026, Kamis (30/07/26).
B-BRAVE 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) acara puncaknya pada 19 hingga 25 September 2026 mendatang di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Ir. Soekarno, Cibinong, Jawa Barat.
Keberhasilan ini lahir dari tangan dingin sang pembina riset, Nefa Wahyuning Anggraini, S.Sos., M.A., yang secara konsisten mengawal alur eksplorasi ilmiah para siswa hingga berhasil menyisihkan kompetitor dari berbagai daerah di Indonesia dan mempertegas posisi MAN 2 Kota Malang sebagai pusat inkubasi peneliti muda madrasah.
Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi penuh dari pimpinan madrasah melalui berbagai dukungan strategis.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga yang mendalam sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan siswa menembus ajang nasional BRIN merupakan bukti nyata bahwa tradisi ilmiah di madrasah mampu bersaing di level tertinggi, sehingga lembaga berkomitmen penuh memfasilitasi seluruh kebutuhan tim demi meraih hasil terbaik.
Sejalan dengan hal tersebut, Waka Kesiswaan, Alif Rifa’i, S.S., menekankan pentingnya pembentukan karakter tangguh, kedisiplinan, dan integritas ilmiah dalam ajang ini, sembari memastikan kesiapan fisik, mental, hingga pemenuhan seluruh kebutuhan operasional siswa selama bertanding di Jawa Barat kelak.
Dari sisi pengembangan kapasitas pembelajaran, Koordinator Bidang Akademik, Dra. Wulaida Zuhriyana, menjelaskan bahwa capaian ini adalah buah dari ikhtiar bersama secara integrasi harmonis antara pembelajaran di kelas dan kultur riset yang terstruktur, di mana pemikiran kritis serta penalaran metodologis siswa teruji secara nyata.
Melengkapi kesiapan teknis tersebut, Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, M Ronaldi Adji Saputra, M.Pd., menyatakan bahwa kelolosan ini merupakan milestone penting dalam peta jalan riset madrasah tahun ini.
Sebagai langkah operasional menuju babak final, Tim Riset Madrasah telah merancang agenda karantina intensif, pemantapan draf penelitian, serta simulasi presentasi ilmiah secara terukur guna memastikan karya ketiga siswa tampil presisi dan siap diuji oleh dewan juri peneliti senior BRIN. (fik/man2).
