Terapkan SuKMa-e Jatim, Pemkot Batu Ukur Tingkat Kepuasan Masyarakat

Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai (ist)

MEMOX.CO.ID – Komitmen Pemkot Batu untuk meningkatkan pelayanan terus digeber untuk dijadikan tolak ukur keberhasilan pihak eksekutif melakukan kewajiban terhadap warga Kota Batu. Hal ini dibuktikan dengan upaya dari menerapkan replikasi inovasi pelayanan publik Survei Kepuasan Masyarakat Elektronik Jawa Timur (SuKMa-e Jatim) yang merupakan inovasi dari Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemprov Jatim.

Pj Walikota Batu Aries Agung membenarkan hal tersebut ketika dikonfirmasi oleh wartawan pada Selasa kemarin (21/2/2023). “SukMa-e Jatim adalah salah satu inovasi Biro Organisasi Sekda Provinsi Jatim untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dengan meningkatkan kwalitas penyelenggaraan pelayanan publik di Jawa Timur,” katanya.

Lebih lanjut, dengan adanya SukMa-e Jatim maka seluruh stakeholder bisa mengukur upaya pemerintah untuk mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang baik dan berkualitas di tingkat pusat maupun daerah. Survey Kepuasan masyarakat juga dapat diakses secara mudah dan praktis, hanya dengan menggunakan barcode dan hasil yang didapat juga akuntabel dan laporannya bisa real time.

Terlebih, sebelumnya Pemkot juga telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas 2023 SKPD Kota Batu dengan Biro Organisasi Setda Jatim. Sehingga dengan potensi Kota Batu luar biasa terutama SDM-nya kini hanya butuh meramu dan mengkolaborasikannya agar reformasi birokrasi berjalan sesuai yang diharapkan. “Dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas 2023 SKPD Kota Batu ini, mari kita membuka lembaran baru untuk melangkah kedepan. Tim Biro organisasi Setda Jatim ingin membantu kita melakukan perubahan, dengan komitmen bersama tidak ada yang tidak mungkin. Mari membuka diri, merubah kekurangan kita menjadi kelebihan,” bebernya.

Aries juga menekankan bahwa sebelumnya Kepala Biro Organisasi Setda Jatim Ramliyanto, menyampaikan paparan tentang pengembangan ekosistem inovasi, reformasi, dan core values berakhlak di Kota Batu dan juga menyoroti kondisi Kota Batu. “Beliau saat itu memaparkan Reformasi birokrasi butuh proses dan tidak bisa langsung namun untuk mewujudkannya harus dimulai dari sesuatu yang kecil, kemudian identifikasi kebutuhan masyarakat serta mencari solusi konkret, jadi langkah menggunakan SuKMa-e adalah hal awal untuk membuat Pemkot terus melakukan evaluasi diri,” pungkasnya. (rul)