MEMOX.CO.ID – Dalam upaya menekan angka stunting Alfamart Cabang Malang bekerjasama dengan Puskesmas Jabung melaksanakan pembagian telur kepada puluhan Balita di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, Rabu (5/8/26).
Kegiatan itu merupakan program berkelanjutan “Satu Telur Sehari” yang berjalan sejak 2022.Untuk di tahun 2026, program tersebut diperluas ke 39 kota dengan target distribusi lebih dari 510.000 butir telur bagi lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting.
Secara periodik, telur didistribusikan selama tiga hingga enam bulan melalui kader posyandu dan dinas kesehatan setempat yang turut melakukan pemantauan tumbuh kembang anak penerima manfaat.
Untuk Alfamart Cabang Malang, pembagian menggandeng Puskesmas Jabung dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.
Berdasarkan rekomendasi puskesmas, terdapat 35 anak yang terindikasi stunting di sejumlah desa wilayah Jabung.
Menurut Kepala Puskesmas Jabung, dokter ervan Suherjantana anak-anak yang terindikasi stunting tidak hanya mendapatkan tambahan asupan protein berupa satu telur setiap hari, tetapi juga pendampingan mengenai pola asuh dan pola makan seimbang bagi orang tua.
“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, telur dipilih karena menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh, terjangkau, serta praktis diolah sebagai menu harian anak. Selain distribusi telur, program ini juga dibarengi dengan edukasi gizi dan pemeriksaan berkala yang dilakukan di desa.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya mengatakan, program “Satu Telur Sehari” difokuskan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi.
Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar program berjalan tepat sasaran.
“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah.
Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujar Rani.
Menurutnya program tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan, melainkan disertai pemantauan berkala terhadap perkembangan anak melalui pencatatan yang dilakukan bersama dinas kesehatan dan kader posyandu.
“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” lanjutnya.
Selain distribusi protein hewani, program ini juga dibarengi dengan pencatatan tumbuh kembang anak, pendampingan, serta edukasi gizi bagi orang tua.(fik/alf)
