MemoX.co.id
TAK ada kejahatan yang sempurna, beberapa kali kejadian mutilasi di negeri ini, tidak butuh waktu lama bisa diungkap oleh polisi. Terbaru penemuan korban mutilasi di parkiran eks mall atau pasar besar Malang.
Dalam setiap peristiwa kriminal, biasanya pelaku adalah orang-orang yang tidak jauh hubungannya dengan si korban. Entah pelaku langsung ataupun orang suruhan. Namun bukan hal yang tidak mungkin pula dilakukan oleh pelaku yang benar-benar orang yang tidak dikenal korban.
Bahwa kesenjangan di indonesia masih cukup tinggi, antara yang tidak mampu dengan yang mampu. Sehingga perlu dijaga bagaimana kesenjangan tersebut tidak membuat orang justru saling tidak peduli, dan bahkan menjadi sirik. Tidak perlu mengumbar kemewahan, meski memiliki kemampuan, sementara yang tidak mampu tidak perlu iri, cukup sampaikan saja agar rang-orang mampu itu jangan sombong, serta bersikaplah baik kepada semua orang.
Lihatlah beberapa artis yang kebetulan diberi rezeki lebih, membangun rumah hingga milyaran biayanya. Dan semua itu ditunjukkan kepada publik dengan bangganya. Hal ini akan memancing kecemburuan sosial yang berlebih di kalangan masyarakat tidak mampu. Tidak heran bila tindak keriminal mensasar orang-orang tersebut. Belum lagi jika terjadi konflik, orang-orang the have merasa mampu membayar orang bahkan membeli hukum.
Sementara masyarakat yang karena keterdesakan ekonomi bersedia melakukan apapun asal ada bayarannya. Dengan kejadian pembunuhan atau perampokan, semoga bisa menjadi pelajaran bagi siapapun. Sekarang tinggal menunggu hasil kerja pihak kepolisian untuk membongkar kasus ini dengan sesungguh-sungguhnya dan seadil-adilnya. Saya percaya polisi mampu mengungkap, karena tidak ada kejahatan yang sempurna. (*)





