MEMOX.CO.ID – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, M Hidayat, menyebut kapasitas suporter yang bisa hadir ke Stadion Kanjuruhan menyaksikan Arema FC kontra Persik Kediri hanya 75 persen atau sekitar 16.200 penonton.
Pernyataan ini disampaikan Hidayat, lantaran ada gate 13 yang dijadikan museum agar tidak terganggu. “Maksimal penonton 75 persen dari kapasitas stadion. Hal itu karena ada gate 13 agar tidak mengganggunya,” jelasnya.
Pertandingan Arema FC VS Persik Kediri itu berlangsung pada Minggu 11 Mei 2025 mendatang pukul 15.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Untuk kapasitas penonton sendiri, M Hidayat menyebut berkapasitas 21.600 penonton dan terdiri dari beberapa jenis. Yakni tribun barat dan tribun umum dengan kursi monoblok.
Tribun barat sendiri misalnya, itu terdiri dari tribun VVIP, tribun VIP, media, dan disabilitas. Kemudian tribun umum, terdiri dari tribun timur, tribun utara dan tribun selatan.
Sehingga, suporter Singo Edan bisa menyaksikan tim kebanggaannya bermain di Stadion Kanjuruhan dalam pertandingan kandang sisa Liga 1 2024/2025, namun hanya 75 persen saja.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk kesiapan menjelang pertandingan Arema FC VS Persik Kediri, dirinya mengaku sudah siap. Termasuk juga kesiapan dibidang pengamanan dan parkir.
“Kesiapan kami sudah siap. Termasuk parkirnya yang dikomandani Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres, tentu dengan kita juga. Sudah kita antisipasi,” terangnya.
Karena pada prinsipnya, kami dari awal kata Dayat, Dispora tidak pernah menghambat penggunaan Stadion Kanjuruhan Malang untuk digunakan seusai direnovasi. Malah dirinya sangat setuju jika Stadion Kanjuruhan itu dibangun untuk kepentingan meningkatkan prestasi olahraga khususnya dibidang sepak bola.
“Satu-satunya yang punya peluang itu tentu Arema. Tapi bukan berarti yang lain tidak boleh, semuanya boleh, seluruh masyarakat boleh asal memenuhi kriteria persyaratan yang kita tetapkan, berdasarkan Perda,” ujarnya.
Saat disinggung berapa biaya sewa yang sudah ditetapkan sesuai Peraturan Daerah (Perda), Dayat mengaku tidak hafal. Namun tidak sampai Rp30 juta per pertandingan.
“Gak hafal, yang jelas sudah dituangkan di MoU itu sudah ada. Dan tidak sebesar yang Rp60 juta. Juga nggak sampai Rp30 juta masih di bawahnya itu, sekitaran Rp25-40 juta per pertandingan. Tergantung memanfaatkan lampu atau tidak, kalau pagi, siang, malam kan beda,” katanya.
Sementara itu, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah awal untuk mengaktifkan kembali Stadion Kanjuruhan sebagai arena pertandingan sepak bola.
“Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan Singo Edan bermarkas di stadion kebanggaan Arek Malang,” jelasnya.
Dengan demikian, lanjut General Manager Arema FC, dalam waktu dekat, Stadion Kanjuruhan akan kembali bergemuruh menyambut kedatangan dua lawan tangguh di sisa kompetisi Liga 1 musim ini.
“Jadwalnya, Arema FC dijadwalkan menjamu Persik Kediri, pada tanggal 11 Mei 2025, dan selanjutnya akan berhadapan dengan Semen Padang pada tanggal 25 Mei 2025 mendatang,” pungkasnya. (nif/ono)






