“Sidoarjo sekarang menjadi salah kota paling bersejarah di Indonesia. Di kota ini baru saja berkumpul jutaan manusia yang disatukan dalam 1 wadah jamiyah Nahdlatul Ulama. Berkumpul dalam satu bingkai menebarkan perdamaian dalam wadah ahlussunah wal jamaah yang dihadiri ratusan tokoh ulama dunia,” ungkap Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor yang merupakan putra keenam KH Agoes Ali Masyhuri salah satu ulama khos di Jawa Timur ni menilai momen 1 Abad NU menjadi momen dimana orang Indonesia menjunjung tinggi toleransi, saling menghargai dan menghormati meski yang datang dari bermacam-macam suku, agama dan budaya. Ratusan masjid dan musholla, tempat ibadah gereja juga ikut menjadi saksi sejarah Harlah 1 Abad NU itu. Tempat- tempat ibadah ini, dipakai untuk transit jamaah yang datang ke acara 1 Abad NU itu.
“Kemarin kita ditampakkan wajah Indonesia dengan beragam suku, agama dan budaya. Meski berbeda suku, golongan tetapi tetap bisa bersatu tanpa adanya gesekan. Inilah kekuatan bangsa Indonesia,” tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Sementara itu, kesuksesan acara Harlah 1 Abad NU, bagi Gus Muhdlor karena ada unsur kekompakan, keguyuban dan kerukunan dari berbagai pihak dan lapisan masyarakat.
“Bahkan semua bisa melebur jadi satu dan mengikis ego kelompok maupun golongan demi suksesnya Resepsi Puncak 1 Abad NU,” pungkasnya. (par/wan)






