MEMOX.CO.ID — Pemerintah memastikan stok LPG 3 kg dalam kondisi aman. Hal ini diperkuat oleh pihak Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Bondowoso yang menegaskan tidak ada pengurangan pasokan LPG dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Manager SPBE Bondowoso, Handoko, menyatakan proses pengisian dan pengambilan LPG oleh agen berjalan normal tanpa kendala. SPBE setiap hari menyalurkan sekitar 60 ton LPG sesuai Delivery Order (DO) yang telah ditetapkan.
“Dari sisi SPBE aman. Tidak ada pengurangan, pengambilan agen juga tidak ada masalah,” ujar Handoko, Kamis (29/1/2026).
Handoko menegaskan SPBE hanya bertugas melakukan pengisian, sementara distribusi ke masyarakat sepenuhnya menjadi kewenangan agen. Terkait kebutuhan riil masyarakat. Ia menyebut hal tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, H. Tohari, melakukan inspeksi langsung ke SPBE, agen, hingga pangkalan LPG. Hasilnya, kuota LPG subsidi dinilai mencukupi, namun ditemukan persoalan pada pencatatan distribusi di tingkat pangkalan.
Menurutnya, distribusi LPG telah berjalan, tetapi pencatatan yang belum tertib berpotensi menyebabkan satu rumah tangga membeli LPG subsidi melebihi ketentuan maksimal lima tabung per bulan, bahkan di beberapa pangkalan berbeda.
“Kebutuhan LPG subsidi di Bondowoso sebenarnya cukup, sekitar 19 ribu tabung per hari. Kepanikan dan pembelian berlebih membuat distribusi tidak merata,” jelasnya.
Tohari telah berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina untuk memperketat pencatatan dan pengawasan distribusi. Evaluasi lapangan akan dilakukan dalam satu pekan ke depan guna mencegah penimbunan.
Ia menegaskan LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. “Jika tepat sasaran, tidak akan terjadi kelangkaan,” pungkasnya.(rif/syn)
