MEMOX.CO.ID – Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib menegaskan bahwa, stok beras di Kabupaten Malang hingga saat ini sekitar 45 persen atau 3.113 ton. Stok ini dipastikan aman hingga bulan Desember 2025 mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Lathifah Shohib saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se-Jawa Timur yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Malang di Kantor Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Selasa (23/9/2025) kemarin.
“Kabupaten Malang terus berkomitmen menghadirkan kebijakan nyata di tengah masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah,” katanya.
Apalagi, menjelang akhir tahun, kebutuhan bahan pokok biasanya meningkat, sehingga intervensi pasar menjadi langkah yang tepat dan strategis.
Lebih lanjut, politisi Partai PKB ini menambahkan, GPM ini menjadi bukti sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, perbankan, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan pangan.
Di Kabupaten Malang sendiri, saat ini sudah tersedia 225 titik penyaluran di dalam pasar. Dari total 34 pasar yang ada di Kabupaten Malang, seluruhnya telah menjual beras SPHP. Selain itu, di luar pasar juga terdapat sekitar 150 titik penyaluran.
Dengan demikian, secara keseluruhan sudah ada kurang lebih 375 titik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh beras SPHP dengan harga terjangkau.
“Alhamdulillah, kondisi harga pangan di Kabupaten Malang relatif terkendali. Tidak ada deflasi, inflasi juga tidak tinggi. Yang terpenting, seluruh masyarakat kita dapat makan dengan tenang,” pungkasnya. (nif/ume)
