MEMOX.CO.ID – Abdul Rozak yang kerap disapa Zaki, pemuda asal Desa Banjar Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, baru saja mencatatkan langkah besar dalam perjalanan pendidikannya dengan dikukuhkan sebagai mahasiswa Program Doktoral (S3) Hukum dan Pembangunan di Universitas Airlangga.
Keberhasilannya ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menginspirasi banyak anak muda di tanah kelahirannya bahkan di berbagai daerah di Indonesia.
Lahir sebagai seorang anak dari orang tua yang tidak bisa baca tulis, Zaki tidak membiarkan keterbatasan itu menjadi penghalang.
Sejak dini, ia menanamkan tekad kuat untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya, dimulai dari SDN 2 Banjar, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Tambelangan, dan SMA Negeri 1 Torjun.
Setiap langkah yang ia ambil adalah bukti bahwa dengan usaha dan ketekunan, tak ada yang tak mungkin.
Sejak kecil, Zaki dikenal sebagai sosok yang selalu mementingkan pendidikan. Meski berasal dari keluarga yang sederhana, ia selalu berusaha keras untuk meraih cita-cita dan mengubah nasib dan perjalanan kehidupannya melalui ilmu pengetahuan.
“Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meraih perubahan. Saya ingin menjadi agen perubahan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” ujar Zaki dengan penuh semangat.
Sejak Sekolah, zaki mulai aktif dalam organisasi yang kemudian dilanjutkan ketika meneruskan pendidikan nya di perguruan tinggi. Ia aktif di berbagai kegiatan organisasi, baik di tingkat kampus maupun masyarakat. Perjalanan Zaki untuk sampai di titik ini tidaklah mudah.
Setelah menyelesaikan studi S1 bidang Ilmu Hukum di Universitas Airlangga, Zaki melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Hukum di kampus yang sama. Selama masa perkuliahannya, ia tidak hanya fokus pada studi akademis, tetapi juga berkomitmen untuk memberi dampak positif pada masyarakat.
Inilah yang mendorong Zaki untuk mendirikan platform Senyum Desa Indonesia, sebuah organisasi yang bertujuan untuk memberdayakan pemuda di daerah-daerah terpencil.
Organisasi yang kini telah memiliki 30 koordinator wilayah di seluruh Indonesia ini mengusung misi untuk turut serta berkontribusi pada bangsa dan negara dalam berbagai sektor seperti pendidikan dan lain sebagainya.
Pengalaman organisasi yang ia jalani, menurut Zaki, sangat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih peka terhadap permasalahan sosial dan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
“Berorganisasi mengajarkan saya banyak hal tentang kepemimpinan, pengabdian, dan bagaimana cara memberi dampak positif bagi masyarakat,” kata Zaki yang juga pernah menjadi Juara 1 pemuda Pelopor Nasional.
Keberhasilan Zaki tidak hanya mencerminkan tekadnya dalam menggapai pendidikan tinggi, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak anak muda di Sampang dan sekitarnya untuk terus berjuang mengejar cita-cita, tidak peduli latar belakang ekonomi atau sosial yang mereka miliki. Walaupun tentunya tidak mudah mengatur manajemen waktu antara kewajiban pekerjaan, tanggungjawab keluarga dan memimpin organisasi.
” Support dan doa tanpa henti keluarga besar terutama istri adalah kunci keberhasilan dan kekuatan untuk menghadapi semua tantangan “. ucap ayah dua anak ini
Dengan semangat dan dedikasinya, Zaki kini menjadi contoh nyata bagi banyak anak muda yang ingin mengubah dunia melalui pendidikan dan pengabdian. (asy)






