Indeks

Serahkan SK PPPK, Bupati Bojonegoro Minta Jaga Integritas dan Tingkatkan Profesionalitas

Bupati Bojonegoro minta para ASN PPPK jaga integritas dan tingkatkan profesionalitas. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah berpesan kepada semua pegawai PPPK agar menjaga integritas dan tidak melanggar kode etik ASN. Hal itu disampaikan Bupati saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan fungsional guru dan teknis, Kamis (27/7/2023). Penyerahan secara simbolis SK PPPK digelar di alun-alun Bojonegoro.

Mengawali sambutannya, Bupati Anna Mu’awanah menuturkan bahwa formasi PPPK Tahun 2022, Kabupaten Bojonegoro masuk kategori terbesar skala nasional. Dari 3.942 formasi, peserta lulus sebanyak 2.182.

“Bagi yang belum lulus formasi tahun 2022, ada kabar yang sangat menggembirakan dan perlu kita bersyukur. Untuk di Bojonegoro tahun 2023 kami sudah mengusulkan empat ribuan formasi. Untuk formasi guru sebanyak 1.875 sudah disetujui Kementerian PAN dan RB. Hal ini terkait juga dengan 13 SDN yang di-merger,” tutur Bupati Anna.

Bupati berpesan kepada semua PPPK agar menjaga integritas dan tidak melanggar kode etik ASN. Bupati menekankan khususnya kepada para tenaga fungsional guru pentingnya bekerja dengan kesungguhan hati, terutama dalam mengajar siswa-siswi di Kabupaten Bojonegoro.

Kualitas pendidikan merupakan prioritas utama, dan hal ini dapat dicapai dengan berkompetisi secara sehat dalam meningkatkan profesionalisme. Maka salah satu upaya dalam menjaga kualitas pendidikan, beberapa waktu lalu telah dilakukan merger terhadap 13 SDN yang ada di Bojonegoro. Kebijakan Pemkab Bojonegoro adalah untuk sinergi dengan kebijakan kecukupan rasio guru dan juga kebijakan dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Hal yang paling sederhana bahwa dalam kompetisi itu bukan orang yang sedikit. Tapi kompetisi itu orang yang banyak. Sehingga kita mengukur dimana letak kemampuan kita bisa memenangkan kompetisi tersebut,” tandas Bu Anna, panggilan akrabnya.

Bupati juga mendorong para pendidik untuk memiliki empati sosial dan membangun Sumber Daya Manusia yang berakhlaqul karimah.

“Siswa-siswi kita bagaikan kertas putih, tolong jangan dicoreti hal-hal yang kurang baik. Agar mereka dapat tumbuh kembang dengan sehat, menjadi pribadi-pribadi yang santun dan beretika,” tegas Bupati. 

Exit mobile version