Sempat Vakum 7 Tahun, Kembali Polres Malang Gelar Wayang Kulit untuk Warga Malang

GUNUNGAN: Kapolres Malang AKBP Kholis menyerahkan gunungan wayang kepada Ki Ardi Poerboantono sebagai tanda dimulainya pagelaran.

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78 Polres Malang

MEMOX.CO.ID – Sempat vakum tujuh (7) tahun. Dalam perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia tahun 2023, kembali Polres Malang menggelar hiburan rakyat. Sesuai dengan visi dan misi Polres Malang, turut serta merawat kebudayaan bangsa dengan menggelar pagelaran wayang kulit, Sabtu (12/08/2023) malam.

Pagelaran wayang kulit yang megah dan meriah di halaman Mapolres Malang terakhir digelar pada tahun 2017. Pada HUT Bhayangkara ke-71 tahun 2017, yang saat itu Kapolres Malang dijabatnya AKBP Yade Setiawan Ujung.

Acara yang berlangsung di bawah langit malam purnama ini dimeriahkan oleh Forkopimda Kabupaten Malang, para tokoh agama, budayawan ternama, serta ribuan masyarakat pecinta budaya. Dalam sorotan utama malam itu, seorang dalang lokal yang juga merupakan warga asli Malang, Ki Ardi Poerboantono, mengambil alih panggung untuk memimpin pagelaran wayang kulit.

Ki Ardi Poerboantono membawakan lakon Hasta Brata Kawedar, dengan fokus pada cerita tentang Prabu Kresna yang menjadi pertapa bernama Bagawan Kesawasidi di pertapaan Kutharunggu. Pertunjukan ini tidak hanya memikat para penonton dengan ketrampilan dalangnya, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang nilai-nilai kebijaksanaan dan pengorbanan.

DOOR PRIZE: Penonton yang beruntung mendapatkan hadiah utama dari panitia pelaksana wayang kulit. 

Acara ini dimulai dengan Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, yang menyerahkan gunungan wayang kepada Ki Ardi Poerboantono sebagai tanda dimulainya pagelaran. Ribuan penonton dari berbagai usia tampak antusias memadati tenda besar yang membentang di seluruh halaman Mapolres Malang.

Selain menikmati pertunjukan wayang yang mengesankan, para penonton juga dapat menikmati berbagai hidangan lezat yang disediakan secara gratis oleh pihak kepolisian. Puluhan rombong nasi goreng, soto ayam, bakmi, dan hidangan favorit lainnya menjadi favorit penonton sepanjang acara.

“Pagelaran wayang ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat serta mengajak semua pihak untuk lebih menghargai warisan budaya leluhur,” ujar Kapolres Malang, AKBP Kholis.

Tak hanya pertunjukan wayang, keseruan malam itu juga diperkaya dengan aksi ludruk yang disajikan oleh Topan dan Karmali. Acara juga mencakup undian kupon doorprize yang membuat tensi semakin tinggi.

TERHIBUR: Ratusan bahkan ribuan penonton wayang saat menikmati wayang kulit yang digelar Polres Malang untuk warga Malang.

Ratusan hadiah menarik seperti sepeda gunung, televisi, mesin cuci, dispenser, setrika, dan berbagai hadiah lainnya berhasil membuat semangat antusiasme penonton semakin membara.

Acara mencapai puncaknya pada pukul 03.00 dini hari, saat Ki Dalang mengakhiri lakon yang dibawakannya dengan menutup pagelaran wayang. Sejumlah penonton yang bertahan hingga berakhirnya acara tak sabar menanti panitia mengumumkan undian doorprise hadiah utama.

Hingga akhirnya hadiah utama sebuah sepeda motor Honda Beat, berhasil dimenangkan oleh Sukarno, seorang warga dari Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Hadiah utama diserahkan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana beserta Komandan Kodim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Arif Nurbianto kepada pemenang.

Sukarno, yang juga seorang penikmat budaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberuntungannya dan tidak menyangka akan mendapatkan hadiah sebesar itu. Ia mengaku menikmati jalannya pagelaran wayang dengan antusias karena sudah lama menantikan kegiatan kesenian budaya yang digelar Polres Malang.

“Alhamdulillah terimakasih banyak Pak Kapolres Malang, saya tidak menyangka dapat hadiah utama,” ungkapnya. (*)