Indeks

Sekolah Maple Tree Diresmikan Bupati Bondowoso, Wujudkan Pendidikan Inklusif

Sekolah Maple Tree Diresmikan Bupati Bondowoso, Wujudkan Pendidikan Inklusif
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, bersama kepala Dinas Pendidikan, Haeriyah dan Ketua Yayasan Visi Inspirasi Pendidikan, Naeko Suryo Basuki saat menghadiri acara peresmian Sekolah Maple Tree School Regent of Bondowoso. (foto:Arif/memox)

MEMOX.CO.ID — Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, secara resmi membuka Maple Tree School di Jl. KH Agus Salim No. 89A, Blindungan, Bondowoso, pada Sabtu (27/9/2025). Sekolah ini hadir sebagai institusi pendidikan yang menawarkan pendekatan modern, kurikulum inovatif, dan lingkungan belajar yang inklusif serta inspiratif.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyatakan bahwa Maple Tree School membawa harapan baru bagi dunia pendidikan di Bondowoso. Dengan fasilitas modern, tenaga pendidik profesional, serta sistem pembelajaran yang menekankan pengembangan karakter, sekolah ini diharapkan menjadi ruang tumbuh yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Kami yakin, dengan komitmen kuat dari semua pihak, Sekolah Maple Tree akan menjadi tempat di mana anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang unggul dan tangguh,”ujar Abdul Hamid Wahid.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan memotivasi. Sekolah, menurutnya, harus menjadi “rumah kedua” bagi para siswa, tempat di mana rasa ingin tahu dan semangat belajar dapat tumbuh bersama karakter positif dan daya juang yang tinggi.

Bupati turut mengajak para orang tua untuk aktif terlibat dalam mendukung kegiatan sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara keluarga dan institusi pendidikan merupakan kunci keberhasilan anak dalam meraih cita-cita.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara sekolah dan keluarga adalah kunci keberhasilan dalam mengantarkan anak-anak meraih masa depan mereka,”tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Visi Inspirasi Pendidikan Bondowoso, Naeko Suryo Basuki, menambahkan bahwa hadirnya Maple Tree School juga menjadi langkah penting dalam memperkenalkan pendidikan multikultural di Bondowoso. Ia menyoroti bahwa saat ini banyak sekolah di daerah tersebut masih didominasi oleh lembaga berbasis keagamaan seperti Islam dan Katolik.

Ia melihat hal ini sebagai peluang untuk memperluas cakrawala anak-anak melalui pendidikan yang mengedepankan keberagaman budaya dan pemahaman global.

“Bagaimana anak-anak kita bisa terbiasa melihat dan berinteraksi dengan teman yang berbeda warna kulit, bahasa, dan cara berdoa? Mereka harus belajar menerima perbedaan sebagai kekayaan, bukan ancaman,”ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pendekatan multikultural dapat diterapkan melalui kurikulum berbasis keberagaman serta pengajaran multibahasa seperti Bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab, yang dapat menjadi jembatan untuk memahami perspektif global.

“Bahasa mencerminkan dunia. Saat anak belajar bahasa Mandarin atau Arab, mereka juga belajar budaya, cara berpikir, dan perspektif dunia lain. Ini penting agar mereka tidak hanya pintar, tapi juga bijak dalam melihat perbedaan,”pungkasnya.

Maple Tree School saat ini telah menerima 83 siswa pada tahun ajaran pertama. Dengan semangat kolaboratif dan visi yang kuat, sekolah ini optimis menjadi pionir pendidikan berkualitas di Bondowoso, membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan global tanpa melupakan nilai-nilai.(rif/syn)

Exit mobile version