MEMOX.CO.ID – Sejak pukul 23.59 WIB nanti malam, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto akan purna tugas. Ia bukan lagi menjadi Wakil Bupati Malang mendampingi M Sanusi. Ia akan menjadi warga biasa.
Namun sebelum ia lengser dari tampuk kekuasaannya, Didik sapaan akrabnya Didik Gatot Subroto, terlebih berpamitan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Rabu (19/2/2025) pagi.
Sambil suara bergetar hebat, ia meminta maaf jika ada salah kata maupun perbuatan dalam mendampingi Sanusi periode 2020-2024.
“Tentunya saya ucapkan terimakasih kepada semuanya termasuk partai politik (Parpol) yang memberikan kesempatan bagi saya dan partai koalisi yang membersamai saya selama 4 tahun bersama pak Sanusi,” katanya.
Walaupun dirinya bukan lagi menjadi bagian dari pemerintah Kabupaten Malang, namun persaudaraan ini jangan sampai pupus. Tetaplah disapa layaknya saudara jika dirinya sedang bersepeda di jalan.
Kemudian dirinya juga berpesan, agar para ASN mendukung capaian Malang Makmur Berkelanjutan dengan kepemimpinan Bupati Malang yang baru, yakni Sanusi dan Lathifah Shohib.
“Sedangkan saya akan berkegiatan kembali ke kandang, satu diantaranya membuka usaha dibidang kesehatan, ada klinik, dan sebagainya,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PDIP Kabupaten Malang.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kesan-kesan menjadi Wakil Bupati Malang ini luar biasa. Kekeluargaan yang ditanam para ASN membuat dirinya sulit melupakan. Dengan terlalu banyak kenangan baik itulah, ia meminta agar persahabatan terus dijaga.
Walaupun begitu, ia merekomendasikan kepada Bupati Malang terpilih agar mengerjakan pekerjaan yang belum ia selesaikan selama menjadi Wakil Bupati Malang.
“Infrastruktur ada sekitar 15 persen belum diperbaiki. Maka itu Pekerjaan Rumah (PR) bagi Bupati Malang yang baru di periode berikutnya. Kemudian pendidikan, bagaimana pola pendidikan yang baik, secara kualitas sudah baik tapi perlu ditingkatkan,” katanya.
Karena secara geografis, jumlah sekolah di Kabupaten Malang cukup banyak. Maka potensi merger itu penting maka ini perlu didukung dari banyak pihak. “Penataan pendidikan dari kualitas maupun kuantitas bisa dimaksimalkan, antara guru dan siswa berimbang nanti,” pungkasnya. (nif/syn)
