MEMOX.CO.ID – Hari kedua penerapan skema jalur satu arah di kawasan Kajoetangan Heritage, Kota Malang yang dicanangkan Wali Kota Malang Drs Sutiaji berdampak positif bagi masyarakat yang melintas. Biasanya macet pada jam-jam tertentu kini terlihat begitu lancar dan nyaman, Selasa (21/02/2023).
Tidak hanya itu Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan pihak kepolisian Polresta Malang Kota akan terus memantau arus lalu lintas melalui CCTV di sejumlah titik penerapan uji coba jalur satu arah tersebut.
Dari pantauan Memox.co.id walaupun arus kendaraan berjalan lancar, ada satu dua kendaraan yang nyelonong lawan arus dikarenakan belum tahu jalur yang telah berubah.
Sebelum penerapan satu jalur ini dilaksanakan Pemkot Malang melalui Dishub dan Satlantas Polresta Malang Kota telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi yang hasilnya kedua belah pihak harus benar benar matang merancang jalur yang dilewati jangan sampai malah membuat kemacetan.
Bila dilihat ada 3 traffic light tidak perlu difungsikan lagi ketika skema satu arah ini diterapkan antara lain yang berada di Simpang 3 PLN, Simpang 4 Rajabali, dan Simpang 4 Sarinah. Bila dilihat secara langsung arus lalu lintas di 3 titik itu cukup lancar meski traffic light tidak diaktifkan.
Seperti disampaikan Luqman Dzul Hilmi, SE., MBA. Dosen Program Studi Manajemen, FEB, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dirinya mengatakan kalau jalan yang ada di kawasan Heritage Kajoetangan sama dengan jalan yang ada di Malioboro Yogyakarta, kebetulan ia pernah kuliah di Yogyakarta saat menempuh program pendidikan S2.
Ada yang beda dari kota lain saat kita berada di kawasan Malioboro, ada rasa nyaman dan aman khususnya bagi pejalan kaki, begitu juga dengan kawasan Heritage Kajoetangan.
Dengan diterapkannya satu arah oleh Pemkot Malang di kawasan Heritage Kajoetangan, tidak hanya arus lalu lintas yang diperhatikan, perkembangan ekonomi UMKM yang ada juga tidak kalah penting.
“Harus dibentuk paguyuban UMKM agar mereka bisa saling berkoordinasi sehubungan dengan harga makanan maupun produk yang mereka terapkan istilahnya standarisasi harga yang telah disepakati agar tidak ada penjual yang nakal dengan menaikkan harga secara sepihak,” ujarnya
Ketua Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) UMM ini menambahkan, hadirnya Heritage Kajoetangan ini harus memiliki ciri khas, termasuk diberikan tempat khusus bagi mikrolet yang biasa melintas di jalur tersebut agar tidak menjadi permasalahan bagi kelangsungan hidup para sopir mikrolet ini.
“Oleh karena itu harus ada solusi yang tepat dari Pemkot Malang bekerjasama dengan pihak kepolisian semisalnya dengan membangun halte bagi penumpang dan tidak menunggu terlalu lama sama seperti yang ada di jalur Malioboro,” ucapnya.
Dirinya juga meminta agar selalu dimonitoring perkembangan kedepannya apakah penerapan satu jalur ini benar benar berdampak meningkatkan perekonomian dan wisata Kota Malang.
“Pastinya setelah saya lihat arus lalu lintas setelah diberlakukannya sistem satu jalur di kawasan Heritage Kajoetangan arus kendaraan berjalan lancar walaupun masih ada masyarakat yang kontra atas kebijakan ini semua itu dapat diatasi dengan saling berkomunikasi,” ungkapnya. (fik)
