Hukum  

Satgas Pangan Gelar Operasi di Pasar Batu

Batu, Memox.co.id -Memasuki  Ramadan harga sembako di Kota Batu masih dalam angka aman, tidak ada lonjakan harga drastis. Temuan itu terlihat usai Satgas Pangan yang terdiri dari Polres Batu, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskoumdag) dan Ketahanan Pangan Kota Batu lakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (9/5/2019) pagi di Pasar Besar Kota Batu.

Operasi ini bertujuan untuk menekan harga sembako dan mencegah adanya penimbunan bahan pokok oleh pedagang/tengkulak nakal untuk meraih keuntungan pribadi dan merugikan konsumen. Kasatreskrim Polres Batu AKP Anton Widodo mengatakan, hasil sidak ditemukan beberapa harga kebutuhan yang naik dan turun serta stabil. Tapi, dia menggaris bawahi jika semuanya masih dalam batas aman dan wajar.

” Tadi kami menjumpai ada beberap harga yang naik tapi masih lumrah, terpenting kami mencegah adanya penimbunan. Jika ditemuka  dan terbukti kami tidak segan menindak tegas,” tegas Anton kepada awak media. Pesannya jangan sampai di Kota Batu ada penimbunan, karena pelaku selain ditindak tegas juga bakal diproses seusai UU perdagangan yang berlaku.

” Tidak boleh ada penimbunan, kami tindak, itu janji saya sesuai instruksi Kapolres Batu dan amanat UU Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014 Pasal 107 dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda Rp 5 Miliar,” paparnya. Ditempat yang sama, Kabid Perdagangan Diskoumdag Kota Batu Kaero Latif Setiawan berharap harga sembako stabil terus seperti ini di bulan Ramadan.

Untuk menjaga stabilitas harga pihaknya juga melakukan kroscek ke beberapa distributor sembako, total ada 9 tempat dan ditemukan stok aman untuk komoditi gula, beras, minyak goreng dll.

Selain itu, Diskoumdag bakal menggelar pasar murah 5 hari sejak 21-25 Mei 2019 di Balai Kota Among Tani. ” Upaya kami bersama yang tergabung dalam satgas pangan demi terjaganya harga dan tidak merugikan konsumen di bulan ramadan. Sejauh ini semua harga masih dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Latief.

Dan ini hasil sidak beberapa komoditi yang harganya merangkak naik, turun dan stabil yaitu seperti telur dari Rp 22 ribu menjadi Rp 23 ribu. Kemudian bawang putih yang sempat naik hingga Rp 50 ribu per Kg menjadi Rp 35 ribu karena stok agen habis. Serta daging ayam naik dari Rp 34 dari Rp 30 ribu di bulan biasa.

Berbeda dengan cabe kecil turun dari Rp 18 ribu ke Rp 15 ribu per Kg.  Sedangkan bawang merah dari Rp 15 dari harga normal Rp 20 ribu. Penurunan dikarenakan petani lokal tengah panen raya. Kemudian beberapa harga komoditi lainnya tak mengalami kenaikan. Seperti beras tetap di harga Rp 11.300 per Kg, gula pasir Rp 11 ribu per Kg, minyak goreng Rp 26 ribu per liter. Serta daging sapi di kios H. Nurro yang stabil di harga Rp 115 yang diperkirakan naik H-3 Idul Fitri (lih/man)