Indeks

Sandiaga Uno Ingatkan Santri Punya Kemampuan Softkill

Jadi Bekal Bikin Konten Kreatif Islami dan Sarana Dakwah

Sidoarjo, Memox.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Un menegaskan, para santri perlu dibekali dengan kemampuan softskill. Tujuannya, agar mampu mengembangkan minat dan kemampuannya dalam menghasilkan konten kreatif Islami yang sekaligus bisa menjadi sarana dakwah.

“Dengan adanya program ini, santri harus mampu memiliki 3 kemampuan. Yakni pertama sifat inovatif, adaptif dan kolaboratif. Kedua, santri harus mengasah keterampilan melalui up skilling, recycling and new skilling. Selain itu, untuk yang ketiga santri harus mampu mendapatkan inspiratif dari cerita-cerita untuk kemandirian para santri itu sendiri,” kata Sandiaga Uno saat menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al Amanah di Desa Junwangi, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jumat (02/09/2022) sore.

 Kunjungan ini dalam rangka mengenalkan program Santri Digitalpreneur Indonesia. Yakni sebuah program pemberdayaan para santri agar mampu beradaptasi dan menguasai keterampilan ekonomi kreatif digital. Khususnya di subsektor aplikasi pengembangan permainan, televisi dan radio.

Sedangkan Soft skill sendiri merupakan kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja.

Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan santri digitalpreneur Indonesia dihadirkan dengan konsep yang berbeda. Karena hanya akan terfokus pada program kreatif dan digital. Kegiatan itu dilaksanakan secara langsung di Sidoarjo selama 4 hari mulai tanggal 2 sampai 5 September 2022. Terdapat 10 pesantren di wilayah Sidoarjo yang mengikutinya.

“Masing-masing Ponpes mengirim perwakilan 5 orang santri yang tergabung dalam kelompok untuk mengikuti kegiatan di Ponpes Modern Al-Amanah Junwangi,” ujar Sandiaga kepada Memo X, Jumat (02/09/2022) sore.

Melalui program ini, kata Sandiaga diharapkan dapat membuka lapangan kerja dalam bidang digital. Yakni para santri sebagai motor penggerak menciptakan konten-konten yang baik dan bermanfaat bagi umat dan masyarakat.

“Kami berharap para santri yang mengikuti program Santri Digitalpreneur Indonesia dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air. Khususnya di bidang teknologi digital hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas,” pintanya.

Sandiaga meyakini usai acara itu, para santri bukan mencari lapangan kerja, tetapi justru menciptakan lapangan kerja. Pihaknya ingin para santri yang mengikuti pelatihan ini bisa menginisiasi kreasi digital.

“Kalau para santri dari 5 juta, misal 10 persen bisa menciptakan 10 konten per Minggu, maka akan mempunyai 5 juta konten yang betul-betul memberikan nilai tambah ekonomi dan memiliki kaidah Islami. Ini yang jarang ada,” tegasnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi yang ikut mendampingi Sandiaga mengapresiasi program ini. Pihaknya mengapresiasi adanya program santri digital preneurship Indonesia yang digelar di Sidoarjo. Menurutnya hal ini bentuk support dan inovasi Kemenparekraf kepada seluruh Ponpes  yang ada di Indonesia. 

“Melalui program santri digital preneurship bisa meningkatkan kualitas  pendidikan di era digitalisasi pesantren di Sidoarjo. Santri yang masih aktif menempuh pendidikan dibekali ilmu kemandirian. Mudah-mudahan adanya pelatihan semacam ini sebagai pondasi anak anak untuk meningkatkan kemampuannya demi masa depan. Dengan digitalisasi pertumbuhan ekonomi terus berjalan masa pandemi Covid-19 saat ini,” tandasnya.

Di akhir kegiatan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno yang didampingi Wabup Sidoarjo Subandi dan Pengasuh Ponpes Al-Amanah Junwangi Krian KH Nurcholis Misbah menandatangani prasasti Pendopo Wali Songo Pesantren Al-Amanah Junwangi 3 dan dilanjutkan dengan podcast bersama santri. (wan/dar)

Exit mobile version