Reses Wakil Rakyat, Infrastruktur Masih Mendominasi Aspirasi Warga Kota Probolinggo

Reses Wakil Rakyat, Infrastruktur Masih Mendominasi Aspirasi Warga Kota Probolinggo
Reses Masa Sidang II Heri Poniman bersama kontituen pemilihnya untuk menyerap aspirasi program pembangunan. (hud)

MEMOX.CO.ID – Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Heri Poniman melakukan reses masa sidang II tahun 2026. Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kecamatan Kanigaran ini memfokuskan pembahasan pada isu infrastruktur, baik di wilayah perkotaan maupun kelurahan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Probolinggo yang membidangi urusan infrastruktur merupakan dasar penting bagi kemajuan suatu daerah. Salah satu tujuan utama dari reses ini untuk menyelaraskan antara kebutuhan masyarakat dengan program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah daerah.

“Kami ingin menjadikan reses ini sebagai wadah untuk menyatukan aspirasi masyarakat dalam pembangunan agar dapat disampaikan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Probolinggo,”ujar Heri Poniman, Kamis (26/02/2026).

Untuk mendukung proses penyerapan aspirasi tersebut, Heri Poniman mengundang berbagai elemen terkait, termasuk ketua RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan stakehokder lainnya di daerah pemilihannya.

Dapil tersebut menyangkut enam Kelurahan, yakni Kanigaran, Kebonsari Wetan, Kebonsari Kulon, Sukoharjo, Tisnonegaran, dan Curahgrinting.

“Dengan hadirnya berbagai pihak ini, kita bisa mendapatkan gambaran jelas mengenai kebutuhan dan aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, serta mengetahui titik-titik mana saja yang perlu segera diperbaiki,”tandasnya.

Salah satu peserta reses, Agus warga Kelurahan Curahgrinting Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo turut menyuarakan harapannya. Masyarakat sangat membutuhkan perhatian, terutama terkait jalan lingkungan.

“Kondisi jalan lingkungan melalui Program Pavingisasi sudah dua kali diusulkan melalui Musrenbang atau reses yang bapak lakukan. Mohon untuk segera bisa direalisasikan,”pintanya.

Menanggapinya, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Probolinggo ini, memberikan jawaban dan juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum memahami batasan kewenangan antara pemerintah kelurahan dan pemerintah kota dalam hal pembangunan infrastruktur.

“Masih banyak kekurahan yang infrastrukturnya perlu ditingkatkan, tapi masyarakat belum sepenuhnya paham mana yang bisa dikerjakan oleh pemerintah kelurahan dan mana yang harus ditangani oleh Pemkot. Di sinilah pentingnya kegiatan reses seperti ini,” jelas Heri Poniman.

Lebih jauh, Heri Poniman mengakui melalui reses dapat menampung masukan langsung dari masyarakat dan kemudian menyampaikannya kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti. Dialog langsung ini menjadi jembatan penting untuk memotret kondisi riil di masyarakat.

Hasil pertemuan terdapat klaster masalah utama yang menjadi perhatian warga. Diantaranya infrastruktur lingkungan, warga mendesak perbaikan jalan lingkungan yang rusak serta normalisasi saluran drainase untuk mencegah genangan saat musim hujan.
Seluruh masukan telah dicatat secara resmi untuk masuk ke dalam mekanisme pembahasan di DPRD.

“Semua aspirasi yang telah disampaikan akan kami usulkan kepada pemerintah daerah agar bisa segera direalisasikan sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran,” tegasnya.

Ditambahkan, reses bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban anggota dewan untuk memastikan program pembangunan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dialog tatap muka ini, diharapkan kebijakan yang diambil ke depannya bisa lebih tepat sasaran.

“Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan harapan besar dari warga agar usulan-usulan tersebut tidak hanya sekadar dicatat, tetapi segera diwujudkan dalam bentuk aksi nyata oleh Pemkot Probolinggo,”pungkas Heri Poniman.(hud/syn)