MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang harus lebih responsif dalam perbaikan Pasar Lawang. Itu paska terjadinya kebakaran tahun 2018 lalu. Rencana perbaikan pasar tersebut ternyata harus molor dan hingga saat ini belum ada kejelasan, Rabu (18/01/2023).
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kabupaten Malang (P3KM) Ilham Maulana mengatakan, sebenarnya pihak dinas harus responsif, karena tidak jelas distribusinya, seharusnya alokasi anggaran bisa diselipkan untuk perbaikan ke Pasar Lawang, sehingga para pedagang disana bisa berjualan kembali.
“Terkait dengan permasalahan itu, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama jajaran pengurus harian P3KM, selanjutnya akan bersurat kepada Disperindag Kabupaten Malang,” ujarnya.
Sebagai informasi, dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, ada sebanyak 456 pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Lawang pada 2018 lalu.
Saat ini, sebanyak 97 pedagang berjualan di tempat penampungan. 148 pedagang masih berjualan di tempat yang lama, dan sebanyak 211 pedagang harus direlokasi karena tak punya tempat untuk berdagang.
“Nantinya para pedagang Pasar Lawang kami undang. Kami duduk bersama. Targetnya pedagang terdampak harus selesai”, terang Ilham.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi juga mengatakan, sebelumnya, Pasar Lawang memang direncanakan untuk dilakukan rehabilitasi dan perbaikan, dengan skema anggaran Corporate Social Responsibility (CSR). Namun rencana itu sepertinya urung dilakukan.
Berdasarkan hasil visum Universitas Brawijaya (UB), kondisi bangunan yang dinilai tidak cukup memungkinkan untuk hanya sekadar dilakukan perbaikan saja. Sehingga harus dilakukan pembangunan ulang dengan taksir anggaran hingga mencapai Rp 122 miliar.
“Kami juga sudah bersurat ke Kemendag dan Kemen PUPR. Untuk tahun anggaran 2023 sudah tidak memungkinkan. Kami tetap berupaya di tahun 2024 bisa dilaksanakan. Karena anggaranya ditaksir mencapai Rp 122 Miliar. Itu anggarannya dari pemerintah pusat,” jelasnya. (sur/fik)
