Batu, Memox.co.id – Puluhan warga Pesanggrahan peserta arisan harus gigit jari, pasalnya arisan yang tiap Minggu digelar seperti biasa kini tak jelas. Secara tiba-tiba pengepul arisan yang bernama Bakron, warga Kampung Baru, Desa Pesanggrahan, Kota Batu pergi keluar kota dan diduga lari dari tanggung jawab.
Salah satu peserta arisan, Edi mengaku sudah berusaha mencari keberadaan Bakron, tapi tidak juga ketemu. “Saya sudah datangi beberapa tempat, mulai rumah hingga tempat dia bekerja tidak juga ketemu,” kata dia dengan nada kecewa.
Ia lanjutkan, arisan itu tiap minggu membayar Rp 50 ribu dengan peserta sekitar 40 an orang. Intinya tiap minggu satu peserta akan mendapat sekitar Rp 3,5 juta. Tetapi sudah beberapa pekan sempat mundur dan terakhir kabarnya si pengepul arisan sempat kabur.
Hal senada diungkapkan Triana, bahwa akibat pengepul arisan kabur ini banyak orang yang dirugikan. Namun, pihak yang dirugikan masih belum melaporkan kepada polisi, sebab masih menunggu iktikad baik dari pengepul arisan.
Sekedar diketahui, arisan ini sudah berlangsung lama. Yakni arisan yang melibatkan warga Pesanggrahan dan beberapa tukang ojek yang mangkal di pojokan Jalan Samadi, Batu.
Pada tahun sebelumnya tidak pernah ada permasalahan yang sebegitu serius seperti sekarang. Masalah ini menurut keterangan beberapa peserta, arisan tidak terbayar tepat waktu hanya karena uang dari peserta arisan belum terkumpul semua.
Lama kelamaan itu terus terjadi. Akhirnya kabar yang mencuat pengepul arisan melarikan diri karena malu atau tidak bisa mempertanggungjawabkan banyak arisan dari peserta yang belum bisa dibayarkan. (man)






