MEMOX.CO.ID – Ratusan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Kabupaten Malang mengikuti pelatihan antisipasi terjadinya kebakaran, Selasa (2/12/2025). Pelaksanaan yang digelar di gedung Trisula, Kecamatan Donomulyo, ini diikuti kurang lebih 100 peserta se-Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Lilik Herawati, mengatakan bahwa, hal ini untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) di tengah masyarakat.
“Karena Satlinmas ini adalah garda terdepan pelindung masyarakat di tingkat paling kecil yaitu desa. Maka perlu pembinaan maupun pembekalan kepada mereka tentang pencegahan dini supaya tidak terjadi kebakaran yang lebih besar,” katanya.
Lilik melanjutkan, karena ke depan, Linmas bukan lagi hanya sekedar pembantu masyarakat dikala ada hajatan, maupun Pemilihan Umum (Pemilu). Akan tetapi fungsinya lebih strategis dan fleksibel di tengah masyarakat.
“Dulu Hansip menjadi bahan olok-olok an. Sekarang menjadi sosok luar biasa. Karena memiliki peran strategis. Baik itu perlindungan dan keamanan masyarakat, maupun menjadi pemandu wisata dan sebagainya,” terangnya.
Dengan pembekalan ini, diharapkan mereka bisa menjadi pelindung masyarakat serta kerawanan-kerawanan yang terjadi ditingkat bawah bisa diatasi.
Sementara itu, Syaiful Anwar, Komandan Peleton Penanggulangan Kebakaran mengatakan bahwa, pelatihan yang diselenggarakan oleh Satpol PP Jatim ini sangat bagus bagi masyarakat. Apalagi luas wilayah Kabupaten Malang yang terdiri dari 33 Kecamatan, kemudian letaknya yang cukup jauh dari kantor Damkar, perlu adanya pembekalan.
“Maka kami memberikan edukasi ke warga khususnya daerah yang jauh dari kantor Damkar,” katanya.
Karena ketika informasi kebakaran itu tiba, namun jauh dari kantor Damkar, itu takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan. Dengan masyarakat dibekali edukasi tentang bagaimana cara memadamkan api mulai dari awal, maka kerugian materiil yang pasti akan lebih kecil.
“Keberhasilan pemadaman api di masyarakat ini juga semakin besar ketika mereka tahu caranya atau tekniknya,” katanya.
“Jadi kami ajari cara memadamkan api dengan cara tradisional, ada yang menggunakan apar, handuk dan sebagainya,” pungkasnya. (nif/ume)






