Bondowoso, Memox.co.id – Virus Corona bisa menyerang siapa saja. Bukan hanya warga biasa yang menjadi target, tapi juga Nakes (Tenaga Kesehatan) juga tidak lepas dari incaran virus yang lahir tahun 2019 di Wuhan Cina ini. Seperti yang terjadi di Bondowoso.
Salah satu tenaga non-Nakes yang bertugas di Puskesmas Binakal terpapar Covid 19. Agar tidak menular pada warga lain, akhirnya Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin menutup selama 3 hari.
“Penutupan Puskesmas Binakal merupakan ikhtiar. Karena ada petugasnya yang terpapar virus Corona. Agar tidak menular pada yang lain. Sesuai aturan, kami tutup selama 3 hari,” kata Kyai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso.
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19, dr. Mohammad Imron, MMKes mengatakan, ada dua Nakes dan satu non Nakes yang dinyatakan positif covid-19. Bahkan menyusul, petugas administrasi juga terpapar virus Corona.
“Harusnya hari ini, lockdown di Puskesmas Binakal berahir. Tetapi, kami memutuskan untuk menambah waktu lockdown hingga tiga hari ke depan,” kata Imron sapaannya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso itu menambahkan, dugaan sementara, korban terpapar saat melakukan tracing klaster hajatan di Desa Bandelan, Kecamatan Binakal.
“Bisa juga petugas kami terpapar setelah melakukan aktivitas di luar Kantor. Tapi kemungkinan besar, terpapar saat melakukan tracing di klaster hajatan. Total, sekitar 19 orang positif covid-19 di kecamatan Binakal,” terangnya.
Kondisi kesehatan Nakes dan non Nakes Puskesmas Binakal cukup baik. Bergejala ringan, ada yang di rawat di rumah sakit. Selama penutupan sementara, masyarakat bisa berobat ke Puskesmas terdekat.
“Kabupaten Bondowoso kini berstatus zona orange sejak tanggal 14 Juni 2021. Sebelumnya, peta Covid-19 Bondowoso zona kuning. Peningkatan kasus virus Corona di beberapa kecamatan, menjadi salah satu penyebabnya. Diantaranya, klaster hajatan di Desa Bandelan, Kecamatan Binakal. Bukan hanya klaster hajatan di Bandelan, tapi di kecamatan lain juga ada kasus baru. Sehingga zonanya berubah dari Kuning ke Orange,” kata Imron. (sam/mzm)






