Setidaknya, terdapat tujuh luka bacokan pada tubuh korban, mulai dari bagian kepala, dada, dan perut. Korban pun akhirnya meninggal dunia.
“Kejadiannya cepat sekali, saya mencoba mengejar untuk melerai, tapi tidak bisa. Baru bisa setelah korban jatuh itu,” ujarnya.
Saat korban sudah terkapar, pelaku masih saja menusuk korban. Sarupi yang berhasil menyusul, langsung memegang tangan pelaku yang memegang pisau. Kemudian memutar tangan tersebut ke belakang tubuhnya sembari mengunci pergerakan lehernya. Barulah pelaku berhenti melakukan penusukan.
“Tangannya yang pegang pisau saya ambil, pisaunya kemudian dibuang. Setelah itu, saya lepaskan pelaku, karena saya lebih fokus untuk menolong korban,” tandasnya.
Tarowi pun akhirnya tewas. Kendati sempat dibawa ke klinik terdekat, tapi nyawanya tidak tertolong. Jasad Tarowi kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk kepentingan otopsi. Sampai sejauh ini, polisi masih belum memberikan keterangan apapun. Walau proses olah TKP sudah dilakukan semalam tadi. (sty/ono)






