PTM di Kota Batu Bakal Segera Dimulai

42
0
Eny Rachyuningsih (Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu)

Batu, Memox.co.id – Pembelajaran tatap muka akan segera dimulai di Kota Batu. Kegiatan pembelajaran tatap muka akan dimulai dari jenjang pendidikan SMP setingkatnya. Dimulai dari kelas tertinggi yakni kelas 9.

Ketika tidak ditemukan kasus penularan Covid-19, maka akan berlanjut ke kelas di bawahnya. Berlanjut hingga ke jenjang sekolah tingkat SD. Rencana dimulainya pembelajaran tatap muka seiring dengan diterbitkannya perwali tentang persiapan pembelajaran tatap muka. Kepala Dindik Kota Batu, Enny Rachyuningsih mengatakan, perwali itu telah ditandatangi Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko.

“Setelah dilakukan penandatanganan ini. Rencananya pembelajaran tatap muka akan dimulai. Secara bertahap dari jenjang yang paling tinggi, yakni jenjang SMP,” urai Enny.

Tentunya rencana pembelajaran tatap muka ini disambut baik oleh wali murid dan para peserta didik. Selama hampir setahun mereka hanya mengikuti pembelajaran melalui virtual. Perwali tersebut mengatur teknis pendidikan tatap muka (PTM). Seperti syarat pemenuhan fasilitas protokol kesehatan yang disediakan penyelenggara pendidikan. Kemudian, persetujuan dari orang tua.

Permulaan akan diawali dari kelas tertinggi di jenjang pendidian menengah pertama. Dalam hal ini kelas IX jenjang menengah pertama. Pada masa permulaaan, akan ada evaluasi selama tiga pekan.

Pihak sekolah diberi keleluasaan mengatur durasi pembelajaran. Disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing satuan pendidikan. Serta pembatasan 50% kapasitas ruang kelas diterapkan pada sekolah-sekolah yang memiliki peserta didik yang banyak. Sehingga dilakukan pembatasan kapasitas agar tak berjubel di ruang kelas.

Persyaratan yang harus dipenuhi penyelenggara pendidikan ketika akan memulai PTM, harus ada tim Satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan. Satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan dibentuk berdasarkan SK kepala sekolah. Satgas tersebut melibatkan, tenaga pendidik dan komite sekolah. PTM dilakukan manakala satuan pendidikan sudah siap dan persyaratan dinyatakan telah dipenuhi.

Meski perwali itu sudah ditandatangani. Namun tak serta merta bisa langsung melakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) tatap muka. Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya ketentuan zona. Yakni harus zona kuning.

“Nantinya untuk setiap sekolah yang berkehendak untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Terlebih dahulu harus menyerahkan proposal kepada Dinas Pendidikan Kota Batu,” terangnya.

Setelah proposal itu diterima, lanjut Enny, maka akan dilanjutkan oleh proses visitasi yang dilakukan sendiri oleh Dinas Pendidikan. Setelah itu, hasil visitasi ini akan langsung di serahkan ke satgas Covid-19. Untuk mendapatkan izin menggelar sekolah tatap muka. Rekomendasi menggelar pembelajaran tatap muka ini dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan izinnya dikeluarkan oleh Satgas Covid-19.

“Meski begitu, kalau dari satgas masih ingin turun langsung ya dipersilahkan. Akan tetapi jika percaya dengan visitasi dari Dinas Pendidikan juga tidak apa-apa,” ujar Enny. Ia menjelaskan, setelah KBM berjalan selama dua minggu. Kelas 9 akan dievaluasi. Jika hasil evaluasinya baik. Maka akan langsung dilanjut ke kelas 8. Setelah dari kelas 8, maka akan langsung di lanjut ke SD kelas 6 dan kelas 5.

“Sedangkan untuk kategori TK maupun PAUD. Masih belum diperbolehkan,” ungkap dia.

Dalam menanggapi ditiadakannya penyelenggaraan ujian nasional, Enny mengatakan bahwasanya ujian nasional itu akan diganti dengan asesmen kompetisi minimal. Hal itu akan dimulai pada bulan September hingga Oktober mendatang. Akan diterapkan kepada seluruh sekolah yang ada di Indonesia.

“Dengan ditiadakannya ujian nasional, maka secara otomatis penilaian akan dilakukan melalui raport. Dan sudah tidak melakukan penilaian dengan menggunakan standart ujian nasional. Begitu juga untuk mendaftar ke perguruan tinggi. Nantinya juga akan menggunakan stadar nilai rapor,” papar Enny. (tya)