Jember, Memox.co.id – Proyek perbaikan jalan prvpinsi di Kabupaten Jember ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Jombang, Gumukmas, dan Kasiyan disoroti pegiat anti korupsi. Pasalnya proyek bernilai miliaran rupiah hasil pengerjaannya tidak bermutu, Kamis (08/09/2022).
Ketua Gerakan Pemuda menampu satu komando (GARDA PUSAKA) Nofan Wafait, mempertanyakan kualitas material dan pekerjaan rekanan pemenang tender proyek tersebut. Terutama material dan mutu pekerjaannya yang patut dipertanyakan.
Lebih lanjut Nofan menjelaskan, tidak seharusnya proyek dengan nilai miliaran rupiah dikerjakan dengan alat alakadarnya bahkan manual. “Dari pantauan kami sejak beberapa hari terakhir ada beberapa titik pekerjaan yang dikerjakan secara manual. Nah ini gimana hasil pekerjaannya dikerjakan dengan manual. Wajar dong kami mempertanyakan mutu pekerjaan rekanan tersebut,” imbuhnya .
Nofan beralasan beban ruas jalan yang saat ini dikerjakan itu sangat berat. Setiap hari dilewati oleh kendaraan bertonase besar menuju atau keluar pabrik semen yang berada di Kecamatan Puger.
“Kita ketahui bersama yang lewat jalan ini kendaraan bertonase besar, jadi pekerjaan ini harus betul-betul diawasi dengan ketat, agar tidak gampang rusak,” jelasnya.
Tokoh pemuda setempat ini bahkan telah bersiap melaporkan kondisi pengerjaan proyek tersebut jika pihak rekanan tidak segera mengubah metode kerjanya. “Dalam waktu dekat saya akan laporkan hal tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa timur,” tegasnya.
Dari pantauan di lapangan terkait pekerjaan dengan nilai Rp 39 M tersebut beberapa waktu yang lalu sempat mendapat perhatian dari salah satu anggota DPRD Jawa timur M. Satib.
Dari sidak anggota DPRD tersebut diketahui dana proyek tersebut berasal dari APBD Provinsi Jawa timur. Rinciannya sumber pendanaan dari dana reguler sebesar Rp 39 M, dana DAK Rp 11 M. Pemenang lelang proyek pengerjaan jalan sepanjang 8,5 km itu adalah PT Timbul Persada. Yakni mulai dari Kecamatan Puger hingga Kecamatan Jombang.
Saat sidak tersebut M. Satib yang d dampingi oleh PPK Profinsi Jawa timur Budi Hartono. Kepada Budi Hartono M. satip meminta agar terkait dengan material dan mutu pekerjaan dilakukan uji laboratorium, guna memastikan mutu pekerjaan tersebut sesuai dengan spek yang ada. (st1/vin)
