Dipersiapkan sejak Januari lalu, Program MMD Proses melibatkan 500 dosen pembimbing lapang dan 150 dosen penyusun tema.
“Diharapkan pada bulan Maret, mahasiswa sudah mulai menyusun penguatan program kerja tentang potensi apa saja yang bisa dikembangkan di masing-masing lokasi, dengan pendampingan para dosen pembimbing dan penyusun tema,” kata Sujarwo.
Para mahasiswa peserta Program MMD mendapat pembekalan operasional dan tematik sebelum diberangkatkan ke lokasi MMD mulai Juni nanti. Seluruh mahasiswa melaksanakan MMD selama enam minggu.
Demi kelancaran pelaksanaan program, UB berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri untuk keamanan seluruh mahasiswa, serta bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk perlindungan kesehatan selama mengikuti kegiatan MMD.
Sujarwo berharap, kegiatan MMD dapat menjadi kolaborasi yang potensial untuk meningkatkan kontribusi langsung perguruan tinggi bagi masyarakat. Mahasiswa sangat diharapkan mampu menyumbangkan pemikiran serta menyebarluaskan atau diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi desa dan masyarakatnya.
“Bagi mahasiswa sendiri, kegiatan MMD bisa belajar meningkatkan kerja sama tim dan keterampilan berkomunikasi. Bagi para dosen, kegiatan MMD bisa mencapai IKU (indikator kinerja utama) ketiga, yakni dosen berkegiatan di luar kampus,” ujar Sujarwo, dosen Fakultas Pertanian.
