Indeks

Presiden NKI Minta Bantuan Harus Menyentuh Substansi

Presiden NKI Ir. Nasim Khan. (sam)

Bondowoso, Memox.co.id – Pada umumnya, bantuan yang diberikan, baik oleh perorangan, lembaga, maupun korporasi hanya mengejar target sesaat, tidak berkelanjutan. Ahirnya, substansi bantuan tersebut tidak tercapai.

“Bantuan apapun jangan hanya mengejar kepentingan sesaat, tapi betul-betul memberdayakan penerima untuk lebih produktif. Itu merupakan visi dari NKI (Nashim Khan Institute),” kata Presiden NKI, Nasim, sapaannya.

Hasil monitoring yang dilakukan lembaganya, hampir semua bantuan hanya program pencitraan saja. Tidak menyentuh substansi. Baik di tingkat RT, Pemerintah Desa/Kelurahan, Kecamatan, hingga Kabupaten/Kota.

Politisi PKB ini mencontohkan, jika memberikan bantuan pada orang skit, jangan hanya sekali, tapi sampai sembuh. Kalau tidak, maka bantuan tersebut kurang manfaatnya bagi penerima.

Ditambahkan, hal serupa juga bantuan untuk kesejahteraan sosial dan pendidikan. Bantuan hingga betul-betul sejahtera. Demikian juga bantuan untuk pendidikan. Karena pemerintah mengucurkan trilyunan rupiah, tapi hasilnya muspro.

Jangan hanya bantuan tersebut kenceng pada saat Pilkades, Pilkada (Bupati/Walikota), Pemilu (DPR dan Presiden). Setelah itu, kepentingan politiknya tercapai, tidak diketahui kabarnya.

“NKI hadir di seluruh Desa untuk menata managemen, husunya dalam kemandirian ekonomi. Mengawal seluruh bantuan yang masuk ke desa dan bersinergi dengan berbagai elemen,” kata Nasim.

Nasim mengakui, untuk menjalankan programnya tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Karena kalau manajemennya sudah mapan, pasti ada yang merasa dirugikan. Anggota DPR RI dari Dapil 3 (Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi) berharap, semua komponen, eksekutif dan legislatif, dari daerah hingga pusat, LSM, Pers, donatur terus bergerak cerdas dan mencerdaskan. (sam/mzm)

Exit mobile version