Indeks

Ponpes Darul Ulum Jember Gelar Imtihan

Ponpes Darul Ulum Jember Gelar Imtihan
Para pengasuh Ponpes Darul Ulum.

Jember, Memox.co.id – Tradisi Santri yang diajarkan di pondok pesantren Darul Ulum mendidik santri dari berbagai tradisi dan budaya membuat pesantren paham dan betul betul merawat kebersamaan.

Ponpes yang memiliki jaringan keilmuan yang luas serta Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah agar terus menjadi penyemai dan penjaga Islam Rahmatan Lil Alamin atau membawa rahmat dan kesejahteraanbagi seluruh alam semesta,khususnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh pemilik pondok pesantren Darul Ulum bertempat di dusun Sumber tengah Desa Mumbulsari kecamatan Mumbulsari Jember, Sabtu (3/4/2021).

Pemilik Ponpes Darul Ulum KH.Muzayin pada Memo X mengatakan, kegiatan Imtihan ini merupakan menguji kemampuan santri agar para santri ini dalam belajarnya akan lebih semangat juga wali santri dalam mendidik anaknya juga lebih bersemangat.

Karena imtihan ini merupakan uji kopetensi dengan materinya antara lain Fiqih,Tauhid, Nauserob,untuk membedah isi alquran dan hadist. Karena tanpa mendalami ilmu ini tidak akan bisa membedah isi Alquran dan hadist.

Untuk santri yang ada disini berjumlah sekitar 500 santri putra dan putri yang datang dari berbagai provinsi diantaranya dari Sulawesi, Sumatra, Jawa Tengah, Madura, Bali, dan yang terbanyak dari kabupaten Jember sendiri.

Tradisi Imtihan di Ponpes Darul Ulum di dusun Sumber tengah Desa Mumbulsari kecamatan Mumbulsari Jember, Sabtu (3/4/2021).

“Mondok dan sekolah di pondok Darul ini biaya Gratis 100 % termasuk bangunan pondok pesantren ini tanpa ada bantuan dari pemerintah murni mandiri. Dan saya tidak meminta minta sama siapa siapa, hanya meminta pada Allah SWT. Pondok Pesantren ini berdiri sejak Tahun 1981 cuman untuk berdirinya pendidikan agama dan pendidikan formalnya baru sejak Tahun 2008, yaitu berdirinya MI, Tsanawiyah, dan Aliyah ( SD-SMP-SMA),” terangnya.

Sementara ketua yayasan Ponpes Darul Ulum, Iqbal Amali mengatakan, kegiatan Imtihan ini yang utama adalah mengasah kemampuan akademik dalam kajian keagamaan terutama pada kajian kitab kuning yang basicnya adalah pada ilmu alam.

“Kedepan lulusan Ponpes ini tidak hanya pandai membaca kitab kuning , tapi ketrampilan untuk bekal hidup ketika dia keluar dari pondok pesantren dia bisa menciptakan lapangan kerja secara mandiri,” pungkasnya. (tog/mzm)

Exit mobile version