Hukum  

Polres Tulungagung Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar dengan Pidana Lalu Lintas

DISITA : Sepeda motor yang berhasil disita Satlantas Polres Tulungagung milik pelaku balap liar

MEMOX.CO.ID – Polres Tulungagung melalui Satlantas berhasil merazia kawanan balap liar yang meresahkan masyarakat. Tepatnya di Jalur Lintas Selatan (JLS) yang notabene jalanan mulus dan lurus, Jum’at (16/06/2023).

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto, SIK MH melalui Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Rahandy Gusti Pradana SIK, MM menjelaskan penerapan tersangka sudah sesuai petunjuk dari Kejaksaan Negeri Tulungagung. Yakni menetapkan enam orang pelaku balap liar di JLS.

Namun balap liar tidak hanya ditilang, namun kita masukkan dalam proses perbuatan pidana lalu lintas. “Total ada enam ditetapkan sebagai tersangka balap liar oleh Polres Tulungagung, setelah berkasnya dinyatakan lengkap atau P 21,” ujar AKP Rahandy.

Adapun keenamnya adalah inisial GM (18 tahun), EA (18 tahun), RR (19 tahun), dan GA (19 tahun). Dimana keempat remaja tersebut beralamat di Tulungagung. Sedangkan inisial BF (18 tahun) beralamat Blitar serta TR (15 tahun) asal Trenggalek.

Masih Rahandy, pihaknya bersama telah menindak lanjuti informasi dari masyarakat terkait adanya balap liar di JLS Tulungagung. Tepat pada hari Minggu tanggal 03 April 2023 mulai pukul 13.30 sampai pukul 01.00 WIB. Pihaknya mengadakan penertiban balap liar di JLS Tulungagung

Dari hasil operasi penindakan, petugas setidaknya berhasil mengamankan 208 unit kendaraan bermotor roda dua dan 2 unit mobil, 97 STNK, dan 2 buah SIM. Pihaknya mengamankan, menindak, dan melakukan pembinaan mengingat kebanyakan masih remaja. Ditambah lagi aksi yang dilakukan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Kegiatan mereka ini cukup membuat ketidaknyamanan dan membahayakan masyarakat sekitar serta pengguna jalan lain,” terangnya.

Hasil Penyidikan anggota Satlantas Polres Tulungagung dan telah dinyatakan lengkap berkasnya atau P 21 oleh Kejaksaan Negeri Tulungagung ada 6 (enam) orang pelaku balap liar yang dijadikan tersangka.

Tidak hanya 6 pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, kami juga masih melakukan penyidikan terhadap 41 orang yang diduga sebagai pelaku balap liar di JLS.

Terhadap ke enam pelaku balap liar baik sebagai pengemudi atau Joki pihaknya menjerat dengan Pasal Pidana 311 ayat (1) Yo 115 dan tidak lagi menggunakan pasal pelanggaran (Tilang).

Sebagaimana telah diatur dalam pasal 316 (2) Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang LLAJ yaitu Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273, Pasal 275 ayat (2), Pasal 277, Pasal 310, Pasal 311, dan Pasal 312 adalah kejahatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak segan segan melaporkan kepada aparat Kepolisian bila menjumpai pelaku balap liar,” tandasnya. (jaz/and/fik)