Beranda TRIBRATA Polres Batu Amankan Pejabat Desa Asal Pasuruan, Dalam Kasus Penipuan

Polres Batu Amankan Pejabat Desa Asal Pasuruan, Dalam Kasus Penipuan

27
0
RILIS : Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama ditemani Kasatreskrim Polres Batu, AKP Hendro Tri Wahyono menunjukkan barang bukti (BB), bersama tiga pelaku saat press rilis di Mapolres Batu.

Batu,Memox.co.id – Satreskrim Polres Batu berhasil meringkus tiga tersangka kejahatan penipuan dengan modus hipnotis salah satu tersangka masih berstatus pejabat desa wilayah Kabupaten Pasuruan Jatim, Senin (13/07/2020).

Ketiga tersangka ini tertangkap usai aksinya terekam kamera CCTV dan sempat viral di media sosial. Salah satu pelaku merupakan pejabat desa dengan jabatan Kaur Umum Pemdes Ranggeh, Kabupaten Pasuruan.

Dihadapan awak media Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama S.I.K MIK mengatakan, usai ada laporan pada tanggal 7 Juli 2020 dan menjadi viral, petugas pun langsung mendalami kasus. Hasilnya ketiga tersangka langsung diamankan dalam waktu 2 x 24 jam, tepatnya tanggal 9 Juli 2020 di rumahnya masing-masing. Pihak penyidik pun terus mendalami kasus.

“Aksi komplotan ini tidak hanya sekali, sudah tiga kali di lakukan di Kota Batu. Dari rekaman CCTV itulah penyidik langsung mendalami dan mengamankan pelaku,” terang AKBP Harviadhi.

Ada nama ketiga pelaku yang berhasil diamankan M. Ali (50), pekerjaan karyawan swasta, alamat RT 1 RW 8, Dusun Terate, Desa Karang Sentul, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Kedua, Didik Mokhamad Fauji alias Didik (49), merupakan perangkat desa, beralamat di RT 2 RW 2, Desa Ranggeh, Kelurahan Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Ketiga, Mukhammad Salam (55), karyawan swasta, alamat RT 1 RW 6, Dusun Grinting, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Barang bukti (BB) yang diamankan satu unit mobil ertiga warna abu-abu metalik Nopol N 1059 WW, satu buah kopyah/songkok wana putih, satu buah baju takwa lengan panjang warna putih, satu buah sarung warna hijau, dua buah uang koin receh, satu lembar uang dua ribuan, satu lembar kantong plastik warna putih, dan uang tunai sebesar Rp 1,45 juta hasil penjualan cincin.

Kronologis kejadian, pada Selasa (7/7/2020), sekitar pukul 7.00 WIB di depan Toko Kardus, Jalan Brantas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Usai korban perempuan berinisial D (80) berbelanja, tiba-tiba ketika hendak pulang ada mobil pelaku dan berhenti.

Usai ada perbincangan, korban dipertemukan  dengan salah satu pelaku yang menyaru sebagai salah satu Gus (orang pintar) dan bakal didoakan agar keinginannya mengunjungi tanah suci Mekkah terwujud.

Tapi syaratnya, korban harus menyerahkan barang berharga yang terkena keringatnya dibungkus kain. Setelah diberikan, pelaku lain langsung menukar bungkusan berisi dua cincin dengan dua koin dan mengharuskan korban membukanya di rumah.

“Setelah dua cincin emas yang dipakai diberikan, langsung ditukar oleh pelaku lainnya. Korban menyadari setelah di rumah, sebab Gus itu mengharuskan korban merendam di air dan meminumnya jika sudah di rumah.

Para pelaku dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

Salah satu pelaku Didik Makhfud mengaku aksinya karena gaji menjadi Kaur Umum di Pemdes Ranggeh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Hasil kejahatan ia pergunakan untuk membayar biaya masuk sekolah SD anaknya.

“Buat biaya masuk SD anak saya. Cincinnya saya jual di daerah Pasuruan senilai dan kita bagi Rp 1 jutaan tiap orang. Sisa Rp 1,4 juta yang disita itu,” akunnya.(fik)