Gresik, Memo X
Pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden, tinggal tujuh hari lagi. Masing-masing tim pemenangan kedua pasangan calon, terus menggalang dukungan dengan berbagai kekuatan.
Mesti begitu, fakta menunjukkan bahwa ternyata tidak semua politisi dari partai pendukung all out memenangkan calon presiden dan wakil presiden yang diusung partainya.
Politisi Partai NasDem Gresik, Devan Gunawan mengaku kecewa terhadap politisi partai pendukung Capres dan Cawapres. Pasalnya, mereka (politisi, red) terkesan tidak all out memenangkan capres jagoan partai.
“Saya katakan tidak all out karena sangat minim parpol maupun caleg mencantumkan gambar capres dan cawapres di APKnya. Ini fakta yang ada,” ujar Devan kepada MemoX melalui pesam what shapp.
Di partainya saja sambung Devan yang merupakan caleg Jawa Timur, dapil Lamongan – Gresik, ditengarai tidak all out memenangkan capres dan cawapres paslon nomor 01 Jokowi – Ma’ruf Amin.
“Terutama dari calegnya ya,” tandasnya
Devan memprediksi, caleg-caleg dari partainya tidak all out mendukung capres yang diusung partainya, karena takut tidak ada yang memilih.
“Takut tidak dapat dukungan dari simpatisan capres sebelah. Makanya, caleg tidak berani mencantumkan gambat capres yang diusung partai,” jelas Devan.
Sebelumnya diberitakan bahwa caleg di Gresik minim mencantumkan gambar cpres dn cawapres yang diusung partainya. Lalu alasan kenapa caleg minim memasang gambar capres di APK mereka, karena persoalan biaya.
Caleg dari PKB Gresik, Syafi’AM mengakui bahwa caleg tidak mencantumkan gambar capres dan cawapres di APK mereka karena menghindari pengeluaran besar.
“Kan, biaya cetak baliho mahal. Semakin banyak tulisan dan gambar dicantumkan semakin besar biaya cetaknya,” kata Syafi’AM beberapa waktu lalu. (mus/sgg)





