Hukum  

Polda Metro Jaya Tunjuk Kombes Pol Buher Jabat Kabidhumas Gantikan Brigjen Pol Ade

Kombes Pol Budi Hermanto

MEMOX.CO.ID – Mantan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si. resmi ditunjuk Polda Metro Jaya sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) mengantikan Brigjen Pol Ade Ary Syam Indrad, Jum’at (26/09/25).

Pria yang biasa disapa Buher ini dikenal luas rekam jejak karir yang begitu gemilang bisa dilihat di media massa maupun media sosial lainnya.

Sejak awal pengabdiannya di Polri, ia telah dipercaya menjalani berbagai penugasan penting termasuk penghargaan dari penghargaan dari Komjen Listyo Sigit Prabowo pada 17 Juli 2020, yang saat itu jadi Kabareskrim Polri. Lalu 5 bulan kemudian Buher dan tim menyita 300 kg sabu-sabu asal Malaysia pada 6 Agustus 2020.

Untuk dedikasi dan profesionalismenya membuat ia selalu meninggalkan kesan positif di setiap tempat ia bertugas. Begitupun saat bertugas di Polresta Malang Kota hingga dirinya dinobatkan sebagai Bapak Disabilitas Malang Kota.

Baca Juga: Dua Orang Daftar Jadi Calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang

Polda Metro Jaya bukanlah tempat asing bagi dirinya karena pernah menjabat Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Perlu diketahui penunjukan Kombes Pol Buher bukan hanya sekadar mutasi jabatan, melainkan bentuk penghargaan atas kinerja dan loyalitasnya selama ini.

Kedekatannya dengan teman teman wartawan saat bertugas di Polres Batu maupun di Polresta Malang Kota sebagai bekal dirinya menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara Polri dengan masyarakat.

Tepat kiranya Polri meletakkan Kombes Pol Buher di Polda Metro Jaya menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya dengan satu tujuan meningkatkan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Laki laki murah senyum ini bentuk representasi nyata bahwa Polri memiliki banyak figur berprestasi yang siap mengabdi dengan sepenuh hati untuk bangsa dan negara.

Sosoknya menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi institusi Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas seperti yang pernah dirasakan masyarakat Kota Malang termasuk rekan media. (fik/*)