Indeks

Petani Jagung di Dampit Keluhkan Hama Tikus, Hasil Panen Tak Sesuai Prediksi

FT. Jagung hasil panen masyarakat di Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. (MemoX/nif).
FT. Jagung hasil panen masyarakat di Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. (MemoX/nif).

MEMOX.CO.ID – Musim tanam jagung tahun ini menjadi masa sulit bagi para petani di Kabupaten Malang. Pasalnya, petani dihadapkan dengan serangan hama tikus yang merugikan hasil panen mereka. Salah satunya di wilayah Dampit Kabupaten Malang.

Kepala Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Ahmad Soleh menuturkan bahwa, luas lahan yang ada di desanya mencapai 200 hektare. per-hektarenya hanya panen 8 ton jagung saja. Padahal prediksi awal ditaksir panen 10 ton per hektare.

“Ini ada sedikit kendala dari hama tikus. Dari yang awalnya prediksi 10 ton per hektare, tinggal 8 ton per hektare. Seandainya tidak ada ham tikus, insyaallah bisa panen 10 ton,” jelasnya Rabu (6/8/2025) kemarin saat ditemui di tengah sawah.

Ahmad Soleh menambahkan, jagung ini untuk pembibitan, bukan untuk konsumsi. Sehingga harga jualnya adalah mengikuti harga bibit. Saat ini, harga bibit sebesar Rp 8.500 per kilogram.

Kemudian, petani di desanya sudah bekerja sama dengan PT Syngenta Indonesia, yang berperan penting dalam mendorong produktivitas petani lokal. Sehingga masalah pasar, dikatakan tidak perlu khawatir.

“Kita kontrak dengan Syngenta, hasilnya semua diambil sana dengan harga Rp 8.500,” jelasnya.

Cuma, yang menjadi kendala saat ini selain hama adalah regenerasi pekerja petani mulai langka. Kendati begitu, petani harus menyikapi dengan memanfaatkan teknologi seperti traktor, maupun sprayer elektrik.

“Kalau drone kami tidak menggunakan itu. Karena air kami melimpah,” jelasnya.

Sedangkan untuk mengahadapi hama tikus, Ahmad Soleh menyebut, para petani bergotong royong memberikan racun tikus secara bersama-sama. Selain itu, ada bantuan dari Syngenta untuk pengadaan burung hantu.

Karena, kata Ahmad Soleh, burung hantu tersebut adalah predator alami yang efektif dalam mengendalikan hama tikus di lahan pertanian. Sehingga efektif dalam mengurangi serangan hama tikus.

“Kita rukunan dan memberi racun bersama-sama sekaligus ada suport dari Syngenta untuk pengadaan burung hantu. Itu kan musuh alam dari tikus,” pungkasnya. (nif).

Penulis: Haniffudin MussaEditor: Ume Hanifah
Exit mobile version