Perumdam Among Tirto Pasang 10 Tandon Air Portable

17
0
Pendistribusian air bersih ke Tandon Air Portable didekat rumah pelanggan terdampak pipa PDAM yang putus akibat diterjang banjir. (memo x/rul)
  • Empat Pipa Transmisi Besar Putus Diterjang Banjir

Kota Batu, Memox.co.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto, terus berusaha mencukupi kebutuhan air bersih di rumah pelanggannya. Dengan cara menurunkan 10 unit tandon air portable yang mudah dijangkau oleh pelanggan.

Untuk diketahui bahwa Kamis 8 April 2021 wilayah di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji dilanda banjir bandang. Hal itu membuat empat pipa transmisi besar saluran air pada 9300 masyarakat Kota Batu hilang dan terputus.

Nah, untuk mengatasi keluhan masyarakat akibat dari tak lancarnya pasokan air bersih ke rumah-rumah. Perumdam Among Tirto mengambil langkah teknis yang cekatan. “Totalnya sekitar 60 persen pelanggan yang terdampak dari total 16 ribu pelanggan. Dari situ kami turunkan 10 tandon air portable berkapasitas 3000 liter,” tutur Kabag Hubungan Pelanggan Perumdam Among Tirto Kota Batu Ikhwan Hadi Senin (12/4/2021).

Dalam pengisian tandon tersebut, pihaknya mengerahkan 4 tangki air berkapasitas 5000 liter dengan 7 kali operasi tiap harinya. Dijelaskan lebih jauh, pria yang akrab disapa Bedong tersebut membeberkan dampak kerusakan dari banjir bandang tersebut menerjang saluran yang diambilkan dari Sumber Banyuning.

Untuk saluran menuju kawasan kelurahan Desa Pesanggrahan, pihaknya mengalami kehilangan 18 meter pipa besar. Sedangkan untuk saluran yang menuju kawasan kelurahan Sisir dan Alun-alun Kota Batu, pihaknya juga harus kehilangan 90 meter pipa besar.

Ditambah untuk saluran yang menuju kawasan Kecamatan Junrejo, pihaknya harus kehilangan 6 meter pipa ditambah dengan 4 titik pipa yang putus.“Untuk saluran pipa besar yang terakhir, kami kehilangan 13 meter pipa yang menuju kawasan Desa Mojorejo,” urainya. Oleh sebab itu, sejak Jumat lalu hingga saat ini pihaknya menjalankanntandon air darurat yang ada.

Disinggung terkait anggaran perbaikan pipanisasi, pria yang bekerja di BUMD tersebut memaparkan setidaknya pembiayaannya akan menghabiskan sekitar Rp. 70 juta. Sedangkan hingga saat ini pihaknya terus berupaya melakukan normalisasi.

“Kami upayakan besok (hari ini.red) sudah normal kembali. Yang agak susah adalah saluran yang letak geografisnya dibagian atas, tekanan angin dan air harus seimbang,” jelasnya. Oleh sebab itu ia berharap masyarakat bisa bersabar hingga keadaan kembali normal.

Sementara itu, Suwarni salah satu warga Desa Junrejo salah satu pelanggan Perumdam Among Tirto mengaku cukup terbantu dengan adanya tandon air portable yang didistribusikan. “Hanya saja bedanya kami harus berbagi. Tapi untuk kebutuhan air tetap terjaga asalkan kami tidak menggunakannya secara berlebihan,” tandasnya. (rul/man)