Pernikahan Anak Khofifah

86
0

JK dan Gus Sholah menjadi Wali Nikah

Surabaya, Memox.co.id – Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana Widodo datang sekitar pukul 20.29 Wib (29/19). Kedatangan Jokowi pada resepsi tersebut setelah menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang. Jokowi terus menebar senyum kepada para tamu undangan lainnya. Jokowi dalam pesta penikahan tersebut turut mendoakan kedua mempelai untuk menjadi pasangan keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

“Saya ucapkan selamat pada keluarga besar Ibu Khofifah Indar Parawansa atas menikahnya Mbak Ima dan Mas Fadil. Semoga keduanya bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah,” kata Jokowi.
Selain itu, Mantan Walikota Solo tersebut juga menyampaikan kepada kedua mempelai, agar cepat diberikan momongan.

Sekitar 30 menit, Presiden Jokowi berada di resepsi dan kemudian bergegas meninggalkan lokasi. Jokowi mengaku buru-buru pergi karena akan menjenguk Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang terbaring sakit di RSU dr. Soetomo, Surabaya. “Nanti lah saya cerita banyak, ini saya mau ke Bu Risma,” Ucapnya.

Pada hari sebelumnya, Jumat (28/19), Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi saksi pada akad pernikahan dari pihak keluarga mempelai perempuan, Sedangkan Gus Solah, yang pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini menjadi saksi dari pihak keluarga mempelai

“Pak Wapres menjadi saksi dari pihak keluarga ibu gubernur dan mempelai perempuan. Sedangkan Gus Solah menjadi saksi dari mempelai laki-laki,” tegas Aries.

Tidak hanya itu sejumlah menteri negara RI juga tampak hadir. seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan juga Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Serta sejumlah tokoh nasional istri Presiden RI yang keempat alm Abdurrahman Wahid, ibu Shinta Nuriyah Wahid dengan didampingi sang putri Yenny Wahid juga hadir sebelum acara akad nikah dimulai.

Selain itu tokoh-tokoh kiai juga tampak hadir, seperti Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar, Ketua Majelis Syariah PPP Mbah Maimun Zubair, KH Asep Syaifuddin Chalim, KH Salahuddin Wahid dan juga sejumlah kiai dari Jawa Timur. (sur/ace/jun)