Indeks

Perlu Tindakan Kongkrit, TPS3R Berpotensi Jadi Bom Waktu

Kondisi terakhir TPA Tlekung
Kondisi terakhir TPA Tlekung (dok/rul)

MEMOX.CO.ID – Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tlekung dan belum terealisasinya program TPS3R membuat DPRD Kota Batu menuntut Pemkot Batu mencari solusi jitu dan tindakan yang kongkrit. Kota yang terkenal akan destinasi wisata ini sebaiknya tetap memiliki TPA yang baru disamping pemkot yang tengah serius merealisasikan Tempat Pembuangan Sementara Reduce Reuse Recycle (TPS3R), karena apabila tidak memiliki TPA untuk pengolahan sampah residu maka masalah sampah bakal kembali menjadi bom waktu.

Wakil 1 DPRD Kota Batu Nurochman mengatakan hal tersebut ketika dikonfirmasi pada Minggu (5/11/2023). “Kita tetap perlu TPA untuk mengolah sampah residu. Sebagai catatan, Kota Batu memiliki 19 desa dan 5 kelurahan dan hanya empat desa ditambah 2 kelurahan yang baru memiliki TPS3R,” katanya.

Baca juga: 3 November Tetapkan DCT Catat 4 Parpol Ganti Formasi

Hal itu menunjukkan bahwa sampah masih menjadi masalah yang sangat pelik bagi kota wisata itu mengingat sebagian desa atau kelurahan membuang sampah ke TPS swadaya dan bahkan menggunakan jasa pihak ketiga untuk membuang sampah ke Kota atau Kabupaten Malang. Sehingga apabila hal ini tetap dilanjutkan maka TPS3R berpotensi menjadi bom waktunya seperti yang terjadi di TPA Tlekung yang akhirnya ditutup pada akhir Agustus lalu.

Senada, Ketua TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro-Oro Ombo Titik Setyowati mengatakan bahwa Kota Batu membutuhkan TPA baru. “Soalnya, meski pada saatnya nanti 24 Desa dan kelurahan punya TPS3R, seluruhnya tetap menghasilkan sampah residu. Fungsi TPA itu menerima sampah residu dari seluruh wilayah. Karena sejak TPA Tlekung ditutup, jumlah sampah yang masuk ke TPS3R Jalibar Berseri meningkat dan bahkan bisa mencapai 27 ton,” paparnya.

Exit mobile version