Indeks

Perkuat Kecintaan Terhadap Budaya Nusantara, MAN 2 Kota Malang Gelar Bulan Bahasa 2026

MEMOX.CO.ID – Mengusung tema “Gaungkan Tradisi dalam Kreasi, Selaraskan Ragam Rupa Pertiwi”, MAN 2 Kota Malang kembali membuka Jendela Peranakan menjadi simbolisasi dimulainya rangkaian Bulan Bahasa 2026 di MAN 2 Kota Malang, Selasa (13/10/26).

Prosesi ini menjadi penanda semangat untuk membuka ruang kreativitas, merawat tradisi, dan memperkuat kecintaan terhadap bahasa serta budaya Nusantara.

Tujuan digelarnya kegiatan ini untuk mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan keberagaman sebagai sumber inspirasi dalam berkarya serta mengenal identitas bangsa.

Melalui kegiatan ini, Bulan Bahasa tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bahasa dan sastra, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Prosesi tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Bulan Bahasa di MAN 2 Kota Malang.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan bahwa Bulan Bahasa menjadi momentum penting untuk membangun karakter peserta didik yang mencintai bahasa, menghargai budaya, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian tradisi harus berjalan beriringan dengan kreativitas agar warisan budaya tetap relevan bagi generasi muda.

“Pembukaan Jendela Peranakan ini hendaknya kita maknai sebagai ajakan untuk membuka wawasan, mengenali jati diri, dan merawat kekayaan budaya bangsa.

Saya berharap melalui Bulan Bahasa, peserta didik MAN 2 Kota Malang semakin mencintai bahasa dan sastra, sekaligus mampu mengembangkan kreativitas tanpa melupakan akar tradisi,” tuturnya.

Ketua Panitia Bulan Bahasa, Ruly Oktovibrianti, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa simbolisasi tersebut dipilih untuk memberikan makna tersendiri dalam pembukaan kegiatan.

Jendela menjadi gambaran keterbukaan terhadap gagasan, sedangkan unsur peranakan merepresentasikan perjumpaan tradisi dan keberagaman budaya yang memperkaya identitas Indonesia.

“Pembukaan Jendela Peranakan menjadi simbol bahwa kita membuka ruang bagi kreativitas dan keberagaman untuk tumbuh bersama.

Melalui tema tahun ini, kami ingin mengajak peserta didik tidak hanya mengenal tradisi, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi inspirasi dalam kegiatan berbahasa, bersastra, dan berkarya,” ungkapnya. (fik/man2)

Exit mobile version