Pamekasan, Memox.co.id – Meski tidak ada perhatian khusus dari pemerintah, Persatuan Sepakbola Amputasi (PERSAM) Madura terus melakukan latihan secara mandiri demi mengikuti pertandingan di ajang piala Menpora di Jakarta, 25 sampai 28 November nanti.
Sebelumnya, Disporapar Pamekasan sudah melakukan pemanggilan terhadap ketua dan anggota Persam. Dalam pemanggilannya tersebut Disporapar meminta ketua Persam untuk mencatat segala kebutuhan dalam pertandingan termasuk juga lapangan. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini Disporapar hanya umbar janji, tidak ada kejelasan setelah dikonfirmasi kembali bahkan berdalih kalau tidak ada anggaran.
“Dari dispora tidak ada sama sekali, kamaren sudah mengirimkan proposal dan yang menerima sendiri itu bapak Dispora langsung. Karena yang menerima bapak langsung kami percayakan semuanya, tapi setelah ditanya ulang ternyata kata bapak pemerintah tidak ada anggaran dana,” ungkap Ketua Persam Madura Dimas, Senin (14/11/22).
Sebagaimana yang tertuang dalam UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dijelaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya.
Dimas juga mengatakan kalau proposal sudah masuk tiga bulan yang lalu, namun sampai saat ini tidak ada kabar terkait fasilitas dan peralatan dari pemerintah yang dijanjikan dulu. Hingga sampai saat ini Persam bergerak sendiri agar tetap bisa bertanding. Karena dalam pertandingan di sana ada seleksi untuk seluruh negara Indonesia.
“Alasannya disuruh naruh askabnya di Kabupaten Pamekasan, ternyata setelah kami bicarakan dengan teman-teman ternyata pemerintah sendiri yang enggan. Kemarin sama Pak Bupati disuruh hitung apa saja keperluannya, apa saja disuruh ajukan, tapi bagaimana mungkin piala Menpora saja tidak ada respon bagaimana dengan anggaran menyangkut satu periode kedepan,” ujarnya.






