Perancangan Alat Penyiram Tanaman Ladang Otomatis Berbasis Arduino Uno dengan Soil Humidity

Implementasi dan Hasil

Tahap implementasi, dengan menggunakan sensor kelembaban tanah, sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis Arduino akan ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan. Sistem kemudian akan dikalibrasi untuk memastikan bahwa hasil yang diinginkan pada akhirnya tercapai (F. Hidayat, 2019). Setelah semua system terkalibrasi dan penyesuaian tempat pengujian alat perlu dilakukan lagi untuk memastikan apakah semua sudah berjalan sesuai program atau tidak, pengujian dilakukan dengan menyiram tanah yang dipasangi sensor bertujuan agar dapat terdeteksi dan otomatis menyiram, sehingga produk akhirnya adalah penyiraman tanaman otomatis menggunakan Arduino Uno dan sensor kelembaban tanah.

Penerapan

Pemasangan alat penyiram tanaman otomatis disesuaikan dengan tempat atau lahan tanaman yang ditanami, memastikan ada sumber arus listrik yang sampai ke lahan tanaman, dan membutuhkan tempat penampung air yang cukup untuk proses penyiraman otomatis. Sistem akan berjalan sesuai perintah dari mikrokontroller.

KESIMPULAN

Berdasarkan perancangan alat penyiram tanaman otomatis ini, kontrol utamannya terdapat pada Arduino dan sensor kelembaban tanah.

Ketahanan atau kadar air tanah pada area yang ditanami diukur dengan alat penyiraman tanaman ladang otomatis ini menggunakan sensor dengan pelat tembaga yang berperan untuk elektroda. Sensor kemudian mengubah hasil pengukuran menjadi tegangan analog yang menjadi data digital sehingga mikrokontroler Arduino Uno dapat mengolahnya.

Perancangan alat penyiram tanaman yang telah dilakukan, memiliki banyak manfaat dan pengenalan inovasi baru bagi masyarakat, serta dapat meringankan pekerjaan seseorang. Solusi yang efektif untuk menjaga kelembaban tanah secara otomatis, membantu menghemat air, memastikan tanaman mendapat perawatan yang optimal dengan bantuan mikrokontroller dan perangkat lainnya.